Panti Asuhan Penghasil Muslim Terbanyak di Mentawai Terima Bantuan dari API

Metro- 18-03-2026 16:07
Komisaris Independen API (InJourney Airports) Imelda Sari bersama Ketua Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai Pema Suherry dan para penghuni panti asuhan seusai penyerahan bantuan, Rabu siang, (183/2026). (dok : arunala.com)
Komisaris Independen API (InJourney Airports) Imelda Sari bersama Ketua Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai Pema Suherry dan para penghuni panti asuhan seusai penyerahan bantuan, Rabu siang, (183/2026). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Musala Muhajirin milik Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) terima dana sebesar Rp200 juta.

Selain dana, ada bantuan berupa paket 10 kilogram beras dan 10 kilogram rendang untuk kebutuhan anak-anak panti.

Bantuan dana rehabilitasi musala dan paket bantuan lainnya itu berasal dari PT Angkasa Pura Indonesia (API), yang diserahkan Rabu (18/3/2026).

Penyerahan bantuan ini dilakukan Komisaris Independen API (InJourney Airports) Imelda Sari secara simbolis kepada ketua Panti Asuhan tersebut, Pema Suherry.

Imelda Sari mengatakan, kunjungan dirinya ke Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai ini cukup sering dilakukannya, itu terjadi sejak tahun 2023 lalu.

"Dan kunjungan kali ini, saya membawa bantuan untuk rehabilitasi musala yang ada di panti asuhan ini," ungkapnya.

Terkait keberadaan musala di Panti Asuhan ini, Imelda Sari menerangkan, fungsinya sangat penting, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat kegiatan positif, seperti belajar dan berdiskusi.

Ia menilai, panti ini masih terus eksis dalam mencetak pemikir-pemikir andal asal Mentawai.

Ia minta adik-adik yang menimba ilmu di Panti Asuhan ini tetap semangat, dan punya impian yang besar, tidak saja untuk Mentawai saja, namun juga untuk Sumbar umumnya.

Ketua Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai Gurun Laweh, Pema Suherry mengaku bersyukur dan berterima kasih pada API (InJourney Airports) yang telah membantu Panti Asuhannya.

"Saat ini kami memang butuh dukungan dana karena kami sedang lakukan rehab berat bangunan Musala Muhajirin yang ada panti asuhan ini," kata Pema Suherry.

Dia menyebut, rehab berat musala ini karena usianya telah lama, karena didirikan pada tahun 1986 lalu.

Diterangkan Pema, musala ini didirikan oleh M Bakrie Tasirebdep, yang merupakan mantan kepala Dinas Perindustrian di Kabupaten Padangpariaman pada waktu itunext

Komentar