Pemko Padang Panjang Siapkan PPSDM Baso

Metro-168 hit 21-04-2020 16:40
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) milik Kemendagri di Baso. (Foto : Istimewa)
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) milik Kemendagri di Baso. (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang Panjang, Arunala - Diprediksi jumlah perantau Kota Padang Panjang yang akan pulang kampung jelang bulan puasa akan meningkat, meski wabah virus Corona masih berlanjut.

Mengantisipasi kondisi demikian, dan sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di kota itu, Pemko Padang Panjang menyiapkan tempat karantina tambahan.

"Sebelumnya, para perantau yang pulang itu sudah kami karantinakan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Padang Panjang. Dan kedua tempat itu kini sudah terisi penuh oleh para perantau yang pulang kampung," kata Wali Kota Padang Panjang Fadli Amran, Selasa (21/4).

Baca Juga

Langkah berikut dari pemko mengantisipasi bertambahnya para perantau pulang, lanjut Fadli, pihaknya sedang menyiapkan lokasi baru untuk karantina perantau tersebut.

"Lokasi karantina tambahan yang kami siapkan yakni di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) milik Kemendagri di Baso, Agam. Mengingat lokasinya di Agam (lintas kabupaten kota) makanya saya sudah minta izin dengan Pak Gubernur saat video conference kemarin," jelas Fadli.

Menurut dia, kebutuhan tempat karantina itu bagi Kota Padang Panjang sangat mendesak karena tingginya jumlah perantau yang pulang kampung jelang bulan Ramadan ini.

"Awalnya kami beranggapan perantau tidak banyak yang pulang kampung, karena sudah ada imbauan presiden, gubernur dan wali kota untuk tidak pulang kampung dulu pada masa pandemi Covid-19 ini. Ternyata, trennya meningkat," ungkap Fadly lagi.

Fadli Amran juga menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan tempat karantina di Islamic Center yaitu Kampus MAPK. Namun karena tempat yang ada di Pusdiklat Baso ada izin dari gubernur, maka lokasi itu dipakai lebih dulu.

Sekko Padang Panjang Sonny Budaya Putra menambahkan, hingga saat ini sudah diantar enam orang perantau Padang Panjang yang pulang kampung ke PPSDM Kemendagri di Baso.

"Empat orang diantarkan Senin siang (20/4), dan dua orang lainnya diantar Senin malam," katanya.

Di tempat karantina PPSDM Kemendagri di Baso itu, Pemko Padang Panjang menyediakan makan, minum, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan positif lainnya di bawah bimbingan tim kesehatan selama 14 hari.

Dijelaskannya, mereka yang pulang kampung akan diantarkan dan dilayani dengan baik di tempat karantina.

"Nanti setelah habis masa karantinanya, kita jemput kembali untuk diantar ke rumah bertemu sanak keluarga tanpa ada rasa waswas lagi. Ini adalah bukti keseriusan Pemko Padang Panjang dalam melindungi penyebaran Covid-19 bagi warganya," kata Sonny.

Komentar