Unand Alokasikan Anggaran untuk Mudahkan Sejumlah Dosennya Ambil S3

Edukasi- 02-02-2026 20:24
Wakil Rektor III Bidang SDM  dan Teknologi Informasi, Prof Dr Kurnia Warman SH MHum saat paparkan rencana kerjanya untuk beasiswa S3 dosen Unand kepada media, di kampus tersebut, Senin (2/2/2026). (dok : arunala.com)
Wakil Rektor III Bidang SDM dan Teknologi Informasi, Prof Dr Kurnia Warman SH MHum saat paparkan rencana kerjanya untuk beasiswa S3 dosen Unand kepada media, di kampus tersebut, Senin (2/2/2026). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Universitas Andalas (Unand) tidak hanya melahirkan para mahasiswa dan lulusan bermutu saja, namun langkah yang sama juga dilakukan pihak kampus tertua di luar Pulau Jawa ini untuk para dosennya.

Buktinya, penjelasan Wakil Rektor III Bidang SDM dan Teknologi Informasi, Prof Dr Kurnia Warman SH MHum, bahwa Unand mengalokasikan dananya hampir Rp8 miliar untuk menyekolahkan para dosennya mengambil jenjang S3 (program Doktor).

Hal ini diungkapkan Kurnia Warman kepada sejumlah wartawan saat acara coffee morning bersama pihak Rektorat Unand, di kampus itu, Senin (2/2/2026).

Hadir juga dalam acara itu yakni Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D., didampingi Sekretaris Unand, Dr Aidil Zetra MA, para wakil rektor hingga sejumlah pimpinan lembaga di kampus itu.

Kurnia Warman menerangkan, jumlah dosen Unand saat ini 1.544 orang, sebanyak 231 orang diantaranya adalah guru besar (sekitar 15 persen dari total dosen di Unand).

Komposisi rata-ratanya, sekitar 50 persen sudah S3 (Doktor), jadi 50 persen lagi masih S2 (Magister).

"Memang, tugas Unand juga mendorong seluruh dosennya bergelar Doktor, untuk melanjutkan program Doktor itu, Unand mendorong para dosennya untuk dapat mengakses beasiswa dari berbagai lembaga pemerintah, non pemerintah maupun beasiswa dari luar negeri sekalipun," kata Kurnia Warman.

Sedangkan, lanjut Wakil Rektor III Unand ini, untuk para dosen yang sudah kurang kompetitif misalnya dari segi umur, maupun yang sulit dapat akses beasiswa dari pihak eksternal Unand, maka kampus akan membantu beasiswanya.

"Jadi beasiswa Unand itu, dimaksudkan untuk mereformasi para dosen yang kurang kompetitif itu untuk mendapatkan beasiswa dari pihak eksternal Unand termasuk beasiswa dari luar negeri," tukas Kurnia Warman.

Dia menambahkan, dari data yang dimilik Unand, justru menunjukkan lebih besar persentase jumlah dosen Unand yang pergi studi S3 itu justru dibantu oleh Unand sendiri.

"Oleh karena itu, jadi suatu kondisi yang kami anggap penting kedepannya, bahwa Unand harus terus mengalokasikan sumber dayanya untuk meningkatkan sumber daya dosen," ucap Kurnia Warmannext

Komentar