Bank Nagari Dorong Pemulihan Ekonomi Sumbar Pascabencana dan Modernisasi Pertanian Melalui KUR dan KUA

Ekonomi- 25-03-2026 22:18
Direksi Bank Nagari. IST
Direksi Bank Nagari. IST

.

Sejalan dengan arahan pemerintah, penyaluran KUR juga difokuskan pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri, dan pariwisata. Bahkan, minimal 60 persen dari total penyaluran ditargetkan mengalir ke sektor-sektor tersebut agar mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi riil.

Selain KUR, Bank Nagari juga menghadirkan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) sebagai solusi pembiayaan modernisasi sektor pertanian. Program ini ditujukan untuk membantu petani, kelompok tani, serta pelaku agribisnis dalam memperoleh alat dan mesin pertanian tanpa harus menanggung beban biaya yang tinggi di awal.

Melalui KUA, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif, yakni hanya 3 persen efektif per tahun. Plafon yang disediakan berkisar antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar, dengan tenor yang fleksibel hingga lima tahun. Uang muka yang dibutuhkan pun relatif ringan, mulai dari 10 persen, serta bebas dari biaya administrasi, commitment fee, dan biaya pelunasan.

Manajemen Bank Nagari menjelaskan modernisasi alat dan mesin pertanian menjadi kunci penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Dengan dukungan pembiayaan yang terjangkau, diharapkan para petani dapat bertransformasi dari sistem tradisional menuju pertanian modern yang lebih menguntungkan dan berdaya saing tinggi.

Kombinasi antara KUR dan KUA menjadi langkah strategis Bank Nagari dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kedua program ini, Bank Nagari tidak hanya mendorong UMKM untuk naik kelas, tetapi juga memperkuat sektor produksi, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Hafid Dauli menambahkan pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dengan prinsip mudah, murah, dan cepat. Untuk dapat mengakses pembiayaan ini, masyarakat hanya perlu memenuhi persyaratan sederhana, seperti memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan, tidak memiliki kredit bermasalah berdasarkan SLIK OJK, serta melengkapi dokumen dasar seperti KTP dan legalitas usaha.

Bank Nagari pun mengajak seluruh pelaku usaha, petani, dan masyarakat Sumatera Barat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum kuota yang tersedia habis. Pengajuan dapat dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari kantor cabang Bank Nagari terdekat, website resmi melalui layanan N-Form, aplikasi Ollin Bank Nagari, hingga layanan Nagari Callnext

Komentar