Dalam Rakor Pendapatan Daerah, Yota Balad Minta Maksimalkan Kinerja, Gali Potensi dan Inovasi

Ekonomi- 02-06-2026 18:09
Wali Kota Yota Balad pinpin rapat evaluasi PAD Kota Pariaman di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa pagi (2/6/2026). IST
Wali Kota Yota Balad pinpin rapat evaluasi PAD Kota Pariaman di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa pagi (2/6/2026). IST

Pariaman, Arunala.com - Untuk pertama kalinya dimasa kepemimpinan Balad-Mulyadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pariaman mengalami peningkatan.

Hal itu terbukti di tahun 2025 kemarin, PAD Kota Pariaman naik diatas Rp50 miliar, yang selama ini belum pernah menyentuh angka tersebut, yaitu dengan capaian sebesar Rp57.449.978.227,89, naik 12,95 persen dari PAD Tahun 2024.

Data ini berdasarkan laporan Kepala BPKPD Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, kepada Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi saat memimpin Rapat Evaluasi PAD Kota Pariaman di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa pagi (2/6/2026).

Rapat evaluasi ini juga diikuti seluruh Kepala OPD, Kepala Badan, dan Kepala Kantor dilingkungan Pemko Pariaman.

Total PAD tersebut didapat diantaranya dari Pajak Daerah, Pajak Reklame, PBB P2, BPHTB, PBJT Makanan dan/atau Minuman, PBJT Tenaga Listrik.

Pendapatan dari PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, Retribusi Daerah, Opsen PKB, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, dan PAD lainnya.

"Tahun 2026 Pemerintah Kota Pariaman menargetkan PAD sebesar Rp. 76.130.609.859,00,- akan tetapi pertengahan tahun 2026 PAD tersebut baru terealisasi sebesar Rp28.147.423.119,00,- atau sekitar 36,97 persen," sebutnya.

Yota Balad mengatakan, masih ada waktu untuk mengenjot PAD jelang akhir tahun 2026 dengan cara memaksimalkan kinerja dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan pendapatan.

Secara tegas beliau meminta instansi terkait untuk tidak lalai dan menggali lebih dalam potensi-potensi pendapatan daerah yang ada di Kota Pariaman.

"Evaluasi ini sangat penting sekali, kalau dapat diadakan sekali dalam sebulan sehingga kita bisa mengetahui target keuangan yang telah ditetapkan bisa tercapai atau tidak tanpa ada celah kebocoran di lapangan," tegas Yota Balad.

Yota Balad berharap, agar setiap OPD terkait yang menjadi sumber PAD Daerah, dapat melakukan inovasi dan evaluasi percepatan terkait pemasukan retribusi daerah, sehingga hasil PAD yang didapatkan dapat maksimal, apalagi di tengah keterbatasan anggaran yang ada saat ini. (*/cpt)

Komentar