.
Sementara itu, Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., mengatakan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.
Menurut Fasli, guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan materi, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan peserta didik untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang bahkan saat ini belum lahir.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah kita hanya meluluskan siswa, tetapi apakah kita menyiapkan mereka menghadapi masa depan. Lebih dari separuh pekerjaan yang akan mereka hadapi nanti bahkan belum kita kenal hari ini," ujarnya.
Ia menambahkan, guru harus mampu menciptakan ruang belajar yang aman, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun keberanian siswa untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali.
"Semakin sering anak bangkit dari kegagalan, semakin kuat karakter dan ketangguhannya. Itulah pendidikan yang sesungguhnya," tuturnya.
Pada akhir kegiatan, Mahyeldi menyerahkan bantuan laptop kepada pihak sekolah. Bersama para narasumber, Gubernur juga menyerahkan beasiswa kepada sejumlah peserta.
Rangkaian acara ditutup dengan peluncuran produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Sumbar. (*/dpg)


Komentar