Besok Dimulai, Misi Kemanusiaan Bedah Jantung Anak Targetkan 30 Pasien di RS M. Djamil

Kesehatan- 23-07-2026 19:56
Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua berdialog dengan salah seorang orangtua pasien anak yang akan menjalani misi kemanusiaan operasi bedah jantung anak, Kamis (23/7/2026). HUMAS RS M. DJAMIL
Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua berdialog dengan salah seorang orangtua pasien anak yang akan menjalani misi kemanusiaan operasi bedah jantung anak, Kamis (23/7/2026). HUMAS RS M. DJAMIL

.

"Sebelum dilaksanakan di Padang, program ini telah sukses diselenggarakan sebanyak empat kali di RSUP H. Adam Malik Medan, tiga kali di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, serta satu kali di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Melalui berbagai misi tersebut, ratusan anak Indonesia telah memperoleh kesempatan menjalani operasi jantung yang sebelumnya sulit diakses," katanya.

Menurut dr. Ardiansyah, seluruh tahapan pelayanan telah dipersiapkan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai tenaga kesehatan lintas disiplin, mulai dari dokter spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular, dokter spesialis jantung anak, dokter anestesi, dokter intensivis, dokter anak, perfusionis, perawat kamar operasi, perawat intensive care, hingga tenaga rehabilitasi dan seluruh unit penunjang rumah sakit.

Selain kesiapan sumber daya manusia, rumah sakit juga telah memastikan ruang operasi, ruang intensive care, peralatan medis, logistik, dan sistem pelayanan terpadu siap digunakan sesuai standar keselamatan pasien selama pelaksanaan misi kemanusiaan berlangsung.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan tim medis internasional.

"Melalui kerja sama antara tim medis Indonesia dan para ahli dari KSR serta MWL, kami berharap terjadi peningkatan kapasitas lokal yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan pelayanan bedah jantung anak di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua pasien, Debi Nelsya, mengaku bersyukur putrinya, Jenarose yang berusia empat tahun, mendapat kesempatan mengikuti program operasi tersebut. Jenarose didiagnosis menderita kelainan jantung bawaan jenis Ventricular Septal Defect (VSD) sejak lahir dan selama ini rutin menjalani pengobatan sambil menunggu kesempatan operasi.

"Saat lahir, anak kami didiagnosis menderita VSD. Selama ini kami rutin menjalani pemeriksaan dan pengobatan sambil menunggu kesempatan operasi. Alhamdulillah sekarang mendapat kesempatan mengikuti program ini. Kami bersyukur dan berharap operasi berjalan lancar sehingga anak kami bisa sembuh dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya," tuturnya.(*)

Komentar