Agam, Arunala.com - Puluhan orang terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga guru di Kecamatan Pelupuh, Kabupaten Agam, dilarikan ke sejumlah fasilitas Kesehatan di daerah itu.
Tindakan ini dilakukan karena mereka mengalami gejala yang diduga kuat akibat keracunan makanan. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan.
Sebagian korban dirawat di Puskesmas setempat, sementara korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi.
Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban secara akurat.
"Hingga saat ini, jumlah korban dugaan kerucunan makan masih dilakukan pendataan," jelas dia, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, insiden tersebut menjadi perhatian karena korban tidak hanya berasal dari kalangan pelajar yang menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah siswa yang tidak mendapatkan program MBG serta beberapa orang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
"Ada juga yang sekolah tidak dapat MBG, terkena juga kita. Dinkes bersama BPOM mengambil sampel, sampel itu diambil, terus dibawa ke Labkes untuk dicari apa penyebabnya," ujar Benni Warlis.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan sumber penyebab kejadian.
Dia menambahkan,Tim kesehatan dan instansi terkait kini tengah mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui apakah terdapat kaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan gejala yang dialami para korban.
Pemerintah Kabupaten Agam juga terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dalam penanganan para korban sekaligus menghimpun data terbaru mengenai jumlah warga yang terdampak.
Dia mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab kejadian tersebutnext


Komentar