Edukasi Remaja Lubeg Soal Pendidikan Seks Pranikah, Dosen Poltekkes Padang Lakukan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

Metro- 29-08-2026 19:16
Ketua PKM Poltekkes Padang Dr. Dewi Susanti, S.ST, M. Keb bersama Sekretaris Camat Lubeg, Zulkarnaini saat lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di aula pertemuan kantor Camat Lubeg, Sabtu sore (29/8/2026). IST
Ketua PKM Poltekkes Padang Dr. Dewi Susanti, S.ST, M. Keb bersama Sekretaris Camat Lubeg, Zulkarnaini saat lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di aula pertemuan kantor Camat Lubeg, Sabtu sore (29/8/2026). IST

Padang, Arunala.com - Dosen Poltekkes Padang Jurusan Kebidanan memberikan edukasi pada generasi muda yang ada di Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, yang diadakan di aula pertemuan kantor Camat Lubeg, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini dipimpin Dr Dewi Susanti S,ST, M.Keb didampingi oleh anggotanya Erwani, SKM, M. Kes, Elda Yusefni, S.ST, M. Keb, Muhammad Faisal, S.ST, M. Kes. Juga hadir saat itu Sekretaris Camat, Zulkarnaini serta Kabid KBKR DP3AP2KB Kota Padang, Pricilia Septiana, SKM.

Ketua tim, Dr Dewi Susanti S,ST, M.Keb mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada generasi muda di Lubeg bukan tanpa alasan, karena dilihat dari jumlah penduduk kecamatan yang mencapai 124.145 jiwa, sebanyak 24 persen diantaranya remaja.

"Artinya, jumlah generasi muda di kecamatan tersebut terbilang banyak, namun mereka harus diberitahu bahwa keberadaan mereka terbilang cukup rentan terhadap berbagai pengaruh negative diusia remaja mereka," kata Dewi Susanti.

Dia mengatakan, dari data Dinas Kesehatan dan UPTD P2KBPK Padang pada tanun 2023 mencatat ada 53 kasus kehamilan remaja di kecamatan tersebut, 32 kasus penyalahgunaan Napza, 22 kasus infeksi menular seksual (IMS) pada remaja, dan 42 kasus stunting baru.

"Begitu juga tentang cakupan informasi dan konseling program remaja berencana (GenRe) di Kecamatan Lubeg ternyata baru mencapai 65 persen. Angka ini masih dibawah target RPJMD Kota Padang yakni sebesar 74,5 persen. Hal ini diakibatkan dengan keterbatasan SDM di kecamatan tersebut, ujar Dewi Susanti.

Tidak hanya itu, lanjutnya, sebanyak 15,28 persen remaja di Kecamatan Lubeg nyatanya juga perlu mendapatkan perawatan gigi dan mulut. Sebab ini akan berdampak pada status gizi mereka dan juga rentan pada kasus animia.

"Jadi kegiatan ini bertujuan membekali para remaja di Kecamatan Lubeg terkait mengantisipasi diri dari berbagai pengaruh negative di sekitar pada remaja ini," tukas Dewi Susanti.next

Komentar