Menkes: Bakti Sosial dan Proctorship Percepat Penguatan Layanan Bedah Jantung Anak di RS M. Djamil

Ekonomi- 30-07-2026 15:36
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyerahkan plakat kepada Tim KSRelief Prof. Zohair Al-Halees saat penutupan rangkaian Bakti Sosial dan Alih Teknologi Kardiovaskular di RS M. Djamil, Kamis (30/7/2026), yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. HUMAS RS M. DJAMIL
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyerahkan plakat kepada Tim KSRelief Prof. Zohair Al-Halees saat penutupan rangkaian Bakti Sosial dan Alih Teknologi Kardiovaskular di RS M. Djamil, Kamis (30/7/2026), yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. HUMAS RS M. DJAMIL

.

Ia menjelaskan beberapa tahun lalu layanan bedah jantung anak di Indonesia masih sangat terbatas. Saat itu hanya terdapat sembilan rumah sakit di enam provinsi yang mampu melakukan operasi jantung bawaan sehingga antrean pasien berlangsung sangat panjang dan berdampak pada tingginya angka kematian bayi akibat keterbatasan akses pelayanan.

"Seingat saya waktu itu ada sembilan rumah sakit di enam provinsi yang bisa melakukan operasi jantung. Oleh karena itu antreannya sangat panjang sekali dan 6 ribu bayi meninggal setiap tahun. Itu sebabnya sejak tahun 2022 saya minta untuk diperbanyak jumlah rumah sakit di provinsi yang bisa melakukan operasi jantung bawaan. Dari sembilan rumah sakit di enam provinsi, data terakhir sekarang sudah naik menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Salah satu RS M. Djamil yang bisa melakukan operasi jantung bawaan ini," katanya.

Menurut Budi, pemerintah menargetkan seluruh provinsi di Indonesia nantinya memiliki rumah sakit yang mampu memberikan layanan operasi jantung terbuka bagi anak sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk ke daerah lain dengan jarak yang jauh. "Saya minta Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta untuk mengampu 38 rumah sakit provinsi agar bisa melakukan layanan operasi jantung terbuka ini," ujarnya.

Selain memperluas jumlah rumah sakit, pemerintah juga terus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program alih teknologi yang melibatkan para ahli dari berbagai negara. Pendampingan secara langsung dalam setiap tindakan operasi dinilai menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan kompetensi dokter Indonesia dalam menangani kasus-kasus kompleks.

"Untuk mengakselerasi ini maka kita undang ahlinya. Makanya saya mengucapkan terima kasih kepada tim KSrelief dan Muslim World League. Tim medis KSrelief ini telah melakukan sembilan visit ke empat rumah sakit di Indonesia, yaitu RS Adam Malik, RSJPD Harapan Kita, RS Wahidin Sudirohusodo dan saat ini RS M. Djamil. Bukan hanya menyelamatkan nyawa tetapi yang paling penting mengajarkan atau proctorship agar tim RS M. Djamil bisa segera di-upgrade kemampuannya agar bisa melakukan operasi bedah jantung anak dengan baik," ucapnyanext

Komentar