.
Ia berharap seluruh ilmu pengetahuan, pengalaman, serta teknik operasi yang dibagikan oleh para dokter internasional dapat terus dikembangkan oleh tenaga kesehatan Indonesia sehingga semakin banyak anak dengan kelainan jantung bawaan dapat memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik. "Agar bisa melakukan operasi dengan baik itu banyak resepnya. Saya mengharapkan resep menyelamatkan nyawa anak-anak ini bisa terealisasi," tuturnya.
Dukungan terhadap kolaborasi kemanusiaan tersebut juga datang dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, yang mengikuti acara secara virtual, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program bakti sosial dan alih teknologi tersebut.
"Kami berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan menyelamatkan lebih banyak pasien anak dengan kelainan jantung bawaan," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui KSrelief dan Muslim World League, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan misi kemanusiaan yang dipusatkan di RS M. Djamil.
Menurut Dovy, pelaksanaan program kali ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pasien, tetapi juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kompetensi tim bedah jantung rumah sakit melalui proses pembelajaran bersama para pakar internasional.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, RS M. Djamil menyiapkan sebanyak 30 pasien anak untuk menjalani operasi. Hingga 29 Juli 2026, sebanyak 23 pasien berhasil menjalani tindakan operasi dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Capaian penting lainnya adalah keberhasilan pelaksanaan Bentall Procedure dan Arterial Switch Operation (ASO), dua prosedur bedah jantung kompleks yang untuk pertama kalinya berhasil dilakukan dalam rangkaian misi kemanusiaan KSrelief di Indonesia.
"Ini menunjukkan penguatan jejaring pengampuan nasional, kolaborasi internasional, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia mampu mendorong rumah sakit regional menyelenggarakan bedah jantung pediatrik dan kongenital dengan tingkat kompleksitas tinggi. Kedua pasien yang menjalani prosedur tersebut kini telah diekstubasi dan berada dalam kondisi stabil," ujar Dovynext


Komentar