.
Menurut Harry, pengelolaan dana haji yang profesional dan transparan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. "Oleh karena itu, BPKH terus mendorong peningkatan literasi keuangan haji agar masyarakat memahami bagaimana dana yang disetorkan dikelola secara optimal untuk memberikan nilai manfaat bagi para calon jemaah selama masa tunggu keberangkatan," tuturnya.
Melalui Safari Haji Tahari, BPKH juga berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ekosistem penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, mulai dari proses pendaftaran, pengelolaan dana, hingga pemanfaatan layanan digital yang mendukung kemudahan akses informasi. "Sinergi bersama berbagai mitra, termasuk Bank Nagari, diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan jumlah pendaftar haji di Sumatera Barat," tegas Harry.
Sementara itu, Direktur Kredit dan Syariah PT Bank Nagari Hafid Dauli mengatakan Bank Nagari terus memperkuat perannya sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yang dipercaya masyarakat Sumatera Barat. Berdasar data tahun 2025, sebanyak 4.598 dari total 8.451 calon jemaah haji yang memperoleh porsi di Sumatera Barat melakukan pendaftaran melalui Bank Nagari, sehingga pangsa pasarnya mencapai 54,41 persen.
"Alhamdulillah, pada tahun 2025 sebanyak 4.598 calon jemaah haji mempercayakan proses pendaftaran hajinya melalui Bank Nagari. Capaian tersebut menunjukkan pangsa pasar Bank Nagari mencapai 54,41 persen dari total porsi haji di Sumatera Barat. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat," kata Hafid.
Ia menambahkan, hingga minggu ketiga Juli 2026, Bank Nagari telah melayani 2.584 calon jemaah haji atau menguasai pangsa pasar sebesar 46,67 persen dari total 5.537 calon jemaah yang memperoleh porsi di Sumatera Barat. Selain melayani proses pendaftaran, pada musim haji 2026 Bank Nagari juga memfasilitasi pelunasan biaya haji bagi 1.169 jemaah melalui 34 kantor cabangnext


Komentar