Gus Yahya: Jangan Takut, Banyak Saudara Kita yang Membantu

Metro- 27-02-2022 18:38
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama rombongan tinjau pengungsi yang ditampung di Ponpes Darussalam Pasbar, Minggu (27/2). (Dok : Istimewa)
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama rombongan tinjau pengungsi yang ditampung di Ponpes Darussalam Pasbar, Minggu (27/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pasbar, Arunala - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf secara langsung mendatangi Pondok Pesantren Darussalam Pinagar Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Minggu (27/2).

Kedatangan pimpinan NU bersama rombongan itu disambut dengan lantunan shalawat dan takbir. Dalam pertemuan tersebut, selain memberikan nasehat dan motivasi, Gus Yahya juga melantunkan doa untuk warga yang terdampak musibah gempa bumi, Jumat (25/2) lalu.

Selain untuk melihat langsung warga di tempat pengungsian, pascagempa, Gus Yahya bersama juga salurkan bantuan bagi korban selamat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar itu.

Baca Juga

"Kami datang bawa sedikit bantuan dan ini bantuan tahap pertama yang dibawa sembari melakukan mitigasi serta pendataan," kata Gus Yahya saat itu.

Bantuan yang diserahkan hari itu sebesar Rp150juta kepada Ponpes Darussalam. Selain itu ada 21 jenis obat-obatan yang disalurkan dari Kimia Farma dan Bantuan lainnya dari Pertamina.

Ia mengatakan, datang langsung ke Pasaman Barat usai mendapatkan informasi gempa berkekuatan 6.2 skala richter yang membuat kerusakan cukup berat.

Dari informasi yang didapatkan ada 17 orang yang meninggal, 15 ribu lebih orang mengungsi, 1.500 rumah mengalami kerusakan serta bangunan masjid dan musala rusak berat.

"Untuk bencana ini, PBNU membuka tujuh posko darurat dan juga ada banser serba guna untuk membantu penanganan pascagempa," jelas Gus Yahya lagi.

Apabila jumlah banser ini kurang, lanjutnya akan ditambah dari Banser Sumatera Utara dan sekitarnya.

"Setelah kedatangan ini akan ada bantuan lanjutan akan dibawa ke sini. Kami tidak akan biarkan Pasaman Barat dan Pasaman berjuang sendiri menghadapi ini," kata dia.

Ia mengajak bangsa Indonesia untuk memperkuat kegotong royongan dan saling bahu membahu membantu Pasaman Barat dan Pasaman keluar dari kesulitan ini.

"Mari kita bantu saudara kita keluar dari bencana ini dan PBNU akan mengkomunikasikan dengan sejumlah pihak untuk membantu penanganan bencana," kata dia.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU, Suleman Tanjung, mengucapkan terima kasih kepada Kimia Farma dan Pertamina yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan obat obatan untuk disalurkan kepada warga yang terdampak bencana gempa bumi di Pasaman Barat dan Pasaman.

Terkhusus, Suleman Tanjung menyebutkan, kehadiran Gus Yahya di Pasaman Barat ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian nyata dari Ketum PBNU atas musibah yang terjadi di Ranah Minang.

"Dia telah mendoakan kita bersama, Semoga doa beliau dapat memberikan kekuatan bagi kita bersama untuk bangkit kembali dari musibah ini," ucap Suleman Tanjung.

Dia juga menyampaikan, tim PBNU telah membuka Posko Peduli Bencana gempa di sejumlah titik di Pasaman Barat dan Pasaman.

"Langkah ini sebagai bentuk kepedulian PBNU terhadap para korban bencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman," kata dia.

Menurutnya tujuan dari posko peduli bencana ini untuk mengakomodir dan mendistribusikan semua bantuan kepada korban terdampak gempa.

"Ada sekitar lima posko yang didirikan. Ini untuk menghimpun bantuan dan donasi yang selanjutnya didistribusikan kepada korban gempa," kata dia.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki rezeki lebih agar turut serta membantu saudara-saudara yang saat ini sedang membutuhkan.(*)

Komentar