BWSS Rekrut Ribuan Masyarakat Untuk 3 Padat Karya

Ekonomi-317 hit 13-05-2020 15:01
Masyarakat direkrut menjadi pekerja di irigasi yang dibuat BWSS V Sumbar. (Dok : Istimewa)
Masyarakat direkrut menjadi pekerja di irigasi yang dibuat BWSS V Sumbar. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Padek - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V memberdayakan ribuan masyarakat yang terdampak Covid-19 di Sumbar. Masyarakat itu nantinya dilibatkan pada tiga program padat karya yang dibuat Kementerian PUPR melalui BWSS V ini.

"Ada tiga kategori padat karya yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Sumatra V untuk membantu masyarakat terdampak covid 19," ungkap Kepala BWSS V, Maryadi Utama, Selasa (12/5).

Tiga program padat karya itu, lanjutnya, pertama padat karya tunai di 207 lokasi di 19 kabupaten dan kota di Sumbar dengan total nilai proyek Rp40,3 miliar. Program ini akan menyerap tenaga kerja mencapai 4.140 orang.

Baca Juga

Kemudian, untuk ketegori kedua, sebut Maryadi yakni progam padat karya bidang irigasi, embung, bendung, air tanah, sungai dan pantai dengan penyerapan tenaga kerja 2.106 orang.

Selanjutnya program ketiga adalah padat karya bidang kontruksi, total biaya proyek Rp300 miliar. Kategori ini menyerap tenaga kerja 2.405 orang.

"Dari ketiga program tadi, total tenaga kerja yang diserap pada program padat karya ini lebih 8.530 orang dan akan berlangsung tiga bulan ke depan. Mereka yang bekerja itu adalah masyarakat terkena PHK, pengangguran dan TKI yang pulang ke Sumbar karena tidak mendapatkan pekerjaan," tukas Maryadi lagi.

Rata-rata penghasilan pekerja ini lebih dari layak. Mereka bisa mendapatkan di atas Rp100.000 --Rp130 ribu per hari.

"Saya berharap agar masyarakat terkena dampak Covid-19 bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan, sehingga ekonomi masyarakat bisa pulih kembali," kata Maryadi.

Erianto, salah seorang pekerja irigasi di Kamang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam misalnya, mengaku sepinya orderan ngojek online, dia laku ikut bekerja sebagai buruh kasar membuat irigasi di daerahnya.

"Dengan kondisi saat ini, saya menjadi pekerja irigasi di sini dan bisa mendapatkan penghasilan dalam kondisi ekonomi saat ini," ujar Erianto.

Komentar