Majelis Komisioner Akomodir Pihak Pemohon

Metro- 11-03-2022 13:49
Anggota majelis komisioner KI Sumbar, Tanti Endang Lestari yang ikut dalam siding SIP pada Jumat (11/3) itu. (Dok : Istimewa)
Anggota majelis komisioner KI Sumbar, Tanti Endang Lestari yang ikut dalam siding SIP pada Jumat (11/3) itu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Dua sidang putusan majelis komisionerKomisi Informasi (KI) Sumbardigelar Jumat (11/3), di ruang sidang utama kantor KI Sumbar, Jalan Sisingamaraja Padang.

Sidang putusan sengketa informasi publik (SIP) pertama tentang CSR atau dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TSJL) dengan pemohonLeon Agusta Indonesia (LAI)dengan termohonPT PLN (Persero) Induk Wilayah Sumbardipimpin ketua majelis komisionerAdrian Tuswandi,dan anggota majelis komisioner,Tanti Endang LestaridanArif Yumardi.

Putusan KI Sumbar lebih mementingkan mengawal hak publik untuk tahu terutama terkait TSJL di PT PLN (Persero) Induk Wilayah Sumbar.

Baca Juga

"Memutuskan menerima permohonan pemohon sebagian. memerintah Termohon memberikan informasi tentang TSJL yang menjadi kewenangannya dalam bentukhardcopydan memerintah Termohon memfasilitasi permohonan informasi Pemohon kepada yang memiliki kewenangan yaitu PLN Pusat," ujar Adrian membacakan pada sidang yang terbuka dan dibuka untuk umum.

Atas putusan tersebut Adrian juga mengatakan adalah hak para pihak untuk keberatan atas putusan register 11/VII/KISB-PS-M-A/2021.

"Ya berdasarkan UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, para pihak berhak mengajukan keberatan paling lama 14 hari kerja sejak putusan diterima," ujar Adrian.

Sementara sidang dengan agenda pembacaan putusan antaraLeon Agusta Indonesia (LAI)denganPT Angkasa Pura II Cabang BIMdipimpin Ketua MejelisTanti Endang Lestaridengan anggota Majelis KomisionerNofal WiskadanArif Yumardi.

Menurut Panitera PenggantiTiwi Utamiputusan sengketa informasi publik (SIP) itu adalah menerima permohonan Pemohon sebagian.

"Memerintahkan Termohon memberikan informasi terkait TSJL dan untuk nama penerima dan alamat, Majelis memutuskan mendukung putusan Termohon tidak. memberikan. Juga memerintahkan Termohon membentuk PPID dan meng-upgradingpengelolaan informasi publik mempedomani UU 14 Tahun 2008," ujar Tiwi.

Adrian mengatakan putusan majelis komisioner terkait SIP dimohonkan Leon Agusta Indonesia lebih mempertimbangkan hak publik untuk tahu.

"Karena KI Sumbar itu lembaga yang diberi kewenangan oleh UU 14 tahun 2008 untuk mengawal keterbukaan informasi publik," ujar Adrian selaku Komisioner membidangi Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

Kata Adrian lagi, dari fakta soal kewenangan memberikan informasi terkait TSJL ada pertimbangan majelis untuk memberikan sesuai kewenangan Termohon.

"Dan jika tak memiliki kewenangan maka diminta memfasilitasi permohonan ke pihak yang berwenang tentang informasi a quo," ujar Adrian.

Adrian menegaskan satu poin soal putusan hari ini (Jumat, red) adalah TSJL atau CSR BUMN adalah informasi publik terbuka.

"Konsekuensinya TSJL atau CSR informasi publik terbuka adalah mudah diakses dan mudah dipahami publik," ujar Adrian.

Komentar