PT Treco dan WMI Bangun 1,200 Unit Huntara dan Huntap

Metro- 20-03-2022 18:46
PT Treco bersama Wahana Muda Indonesia (WMI) saat akan berangkat menuju Pasbar dan Pasaman untuk bangun ribuan Huntara dan Huntap bagi warga terdampak gempa di dua lokasi itu, Minggu (20/3). (Dok : Istimewa)
PT Treco bersama Wahana Muda Indonesia (WMI) saat akan berangkat menuju Pasbar dan Pasaman untuk bangun ribuan Huntara dan Huntap bagi warga terdampak gempa di dua lokasi itu, Minggu (20/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Hari Minggu ini (20/3), PT Treco bersama Wahana Muda Indonesia (WMI) dan pihak NGO membangun hunian sementara (Huntara) dan juga hunian tetap (Huntap) bagi warga yang jadi korban gempa di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dan Pasaman.

"Untuk pembangunan hunian bagi korban gempa itu, ada dua tipe yang kami kerjakan, yaitu Huntara dan Huntap," kata Harpen Agus Bulyadi yang merupakan owner dari PT Treco kepada wartawan di Pariaman, Minggu (20/3).

Dalam pembangunan Huntara dan Huntap ini, Harpen Agus Bulyadi yang akrab dipanggil Andi ini menyebutkan, ada sekitar 1,200 unit banyaknya.

Baca Juga

"Jumlah itu sesuai penawaran yang diberikan pihak WIN dalam bekerjasama dengan PT Treco," jelas Andi.

Politisi Partai Gerindra ini menyampaikan, pembangunan rumah layak huni dengan konsep ramah gempa kepada korban gempa Pasaman dan Pasbar itu, merupakan aksi nyata yang dilakukan oleh pihaknya dari sebuah perusahaan baja ringan yang baru berdiri di Sumbar.

"Ini bukti salah satu kontribusi perusahaan Sumbar di bidang baja ringan, memberikan bantuan rumah ramah gempa dengan bahan baku baja ringan dengan bahan yang sangat berkualitas," tutur Andi yang juga anggota DPRD Pariaman Fraksi Gerindra ini.

Dia menerangkan, adapun penerima manfaat merupakan warga yang sangat membutuhkan akibat terdampak gempa, dan itu sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan oleh pihaknya.

"Masyarakat yang menerima merupakan masyarakat yang benar-benar dinilai tidak akan mampu membangun rumahnya, karena keterbatasan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat itu sendiri," Andi menegaskan.

Dirinya juga mengaku, saat ini pihaknya sedang melakukan pengerjaan untuk menyelesaikan rumah ramah gempa tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian masyarakat segera dapat tinggal di rumah mereka dengan nyaman.

"Lokasi pembangunan rumah ramah gempa itu kini sedang dikerjakan di daerah Kajai (Pasbar) dan Malampah (Pasaman). Tiga hari ke depan pembangunannya diprediksi sudah siap huni, dan masyarakat akan langsung terima kunci," jelas Andi lagi.

Sementara itu, Chief Customer Officer PT Treco, Tedi Rahmat menyampaikan, bantuan rumah ramah gempa ini dibangun dengan bahan berkualitas dengan standar SNI.

Adapun spesifikasinya rangka atap baja ringan, dinding rumah menggunakan papan semen atau fiber glass GRC, atap spandek dengan lantai rumah keramik.

"Itu pengerjaan kalai di lapangan paling lama memakan waktu tiga hari. Dan tipe yang kami bangun itu tipe 24," terang Tedi.

Lebih rinci Tedi menjelaskan, rumah yang dibangun ini sudah memenuhi standar konstruksi maupun estetika.

Dengan demikian masyarakat yang tinggal di rumah tersebut nantinya akan merasa nyaman, dan aman.

"Ada ruang kamar, ada ruang tamu, ada kamar mandi, WC dan bagian belakangnya itu nanti bisa dibangun dapur," tutur dia lagi.

Tedi mengakui, konsep rumah yang dibangun merupakan solusi di daerah-daerah rawan bencana, karena menggunakan bahan-bahan yang ringan serta pengerjaannya yang tidak memakan waktu begitu lama.

"Bahan-bahan ini sangat ringan, sehingga cocok di daerah rawan bencana. Dan kecepatan kita itu jadi solusi untuk kebutuhan tahap bencana di Pasaman Barat dan Pasaman," kata Tedi.

Komentar