Wakapolda Sumbar Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Tiga Kasus Besar Diungkap

Metro- 03-03-2026 12:50
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin bersama Gubernur Mahyeldi dan Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar saat pemusnahan barang bukti sabu di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026). (dok : arunala.com)
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin bersama Gubernur Mahyeldi dan Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar saat pemusnahan barang bukti sabu di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Wakapolda Sumatera Barat (Sumbar), Brigjen Pol Solihin, menegaskan komitmen Polda Sumbar dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumbar.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba yang telah berkekuatan hukum tetap.

Ia menegaskan, komitmen pemberantasan itu tetap berjalan konsisten meski dalam suasana bulan suci Ramadan.

Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan arahan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang menegaskan tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba di Ranah Minang.

"Walaupun dalam keadaan puasa Ramadan, kami tetap konsisten menegakkan hukum dan melindungi warga Sumatera Barat dari bahaya narkoba," tegasnya.

Ia menjelaskan, pemusnahan narkoba dilakukan setelah adanya putusan pengadilan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat serta untuk menghindari kecurigaan terhadap barang bukti yang telah diamankan.

Dalam pengungkapan terbaru, Polda Sumbar berhasil mengungkap tiga kasus narkoba dalam waktu kurang dari satu bulan.

Dua kasus merupakan hasil kerja sama dengan pihak bandara, dengan barang bukti masing-masing seberat 1,5 kilogram dan 4,9 kilogram.

Sementara satu kasus lainnya terungkap di wilayah Padang Timur dengan sejumlah paket narkoba.

Ia juga mengungkapkan bahwa Sumbar kini bukan hanya menjadi daerah transit, namun telah menjadi tempat pendistribusian narkoba.

Oleh karena itu, tegasnya, pengawasan diperketat di jalur-jalur masuk seperti pelabuhan, terminal, dan bandara.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Polda Sumbar membutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari TNI, pemerintah daerah, Bea Cukai, pihak bandara, hingga tokoh masyarakat, niniak mamak, dan LKAAM.

Selain penindakan, upaya pencegahan juga terus digencarkan melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dan berbagai tempat lainnya.

Ia mengingatkan bahwa narkoba dapat menjadi pemicu berbagai tindak kejahatan lain seperti tawuran, begal, hingga balap liar.

"Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Polda Sumbar berharap dengan sinergi seluruh pihak, peredaran narkoba di Sumbar dapat ditekan dan masyarakat terlindungi dari dampak buruk penyalahgunaan barang haram tersebut. (dpg)

Komentar