DKP Sumbar Apresiasi Konservasi Ikan Bilih PT SP

Metro- 15-03-2022 09:00
Kepala DKP Sumbar Desniarti (tengah) didampingi Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati (kiri) dan staf CSR Jimi (kanan) saat berkunjung ke area konservasi bilih PT Semen Padang, Senin (14/3). (Dok : Istimewa)
Kepala DKP Sumbar Desniarti (tengah) didampingi Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati (kiri) dan staf CSR Jimi (kanan) saat berkunjung ke area konservasi bilih PT Semen Padang, Senin (14/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar mengapresiasi PT Semen Padang (PTSP) yang telah melakukan konservasi ikan bilih yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak.

Bahkan upaya konservasi ini dinilai berhasil dan akan mengarah ke restocking atau pengembalian ke habitat asli di Danau Singkarak.

"Proses konservasi ikan bilih di laboratorium dan di area pemijahan ikan bilih PTSP yang berada di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) ini patut ditiru. Saat ini, dampak eksploitasi yang cukup tinggi terhadap ikan bilih di Danau Singkarak sudah mengarah ke kepunahan. Jadi, upaya konservasi yang dilakukan PT SP ini patut ditiru juga di tempat lain," kata Kepala DKP Sumbar Desniarti, Senin (14/3).

Baca Juga

DKP Sumbar juga sudah melakukan upaya konservasi ikan bilih di Sicincin, Kabupaten Padangpariaman. Namun sayangnya, tingkat keberhasilan dari konservasi tersebut masih rendah.

Bahkan setelah 21 hari lamanya dikonservasi, ikan bilih itu mati. Oleh karena itu, DKP ingin melihat proses konservasi ikan bilih di PTSP, agar bisa mengadopsi hal-hal apa saja yang telah dilakukan dalam kegiatan konservasi ikan bilih tersebut.

"Kami ingin melihat langsung teknologinya, pakan dan teknik pemeliharaannya seperti apa. Karena, kami juga ingin mengaplikasikannya di tempat lain," katanya.

Sementara Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PTSP, Nur Anita Rahmawati mengatakan upaya konservasi ikan bilih ini dimulai sejak Juli 2018.

"Upaya konservasi ini bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta Padang yang diawali dengan konservasi ikan bilih di sungai di area Kehati PTSP," ujar Nur Anita.

Selama dikonservasi di sungai tersebut, jelasnya, ternyata ikan endemik Danau Singkarak itu berkembang.

Namun sayangnya, PTSP tidak bisa memantau sejauh mana perkembangannya, sehingga dimanfaatkan kolam D1 PT Semen Padang sebagai tempat pengembangbiakannya.

"Kolam D1 itu juga dilengkapi dengan tempat pemijahan ikan bilih itu ibarat repilkanya Danau Singkarak. Selain kolam, juga ada laboratorium pemijahan. Alhamdulillah, ikan bilih itu berkembang biak sesuai dengan harapan perusahaan," ujarnya.

Pihak PTS telah menjadwalkan untuk melakukan restoking ikan bilih ke habitatnya di Danau Singkarak.

"Restocking itu juga menjadi bagian dari rangkaian HUT PT Semen Padang ke-112 tahun," kata Nur Anita.

Komentar