Gempabumi M 5.8 Mamuju Tak Berpotensi Tsunami

Metro- 08-06-2022 23:01
Personel BPBD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Tengah melihat retakan rumah warga yang kena gempabumi 5.8 M di daerah itu, Rabu (8/6). (Dok : Istimewa)
Personel BPBD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Tengah melihat retakan rumah warga yang kena gempabumi 5.8 M di daerah itu, Rabu (8/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala - Kurang lebih 20 ribu warga Kabupaten Majene mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan lapangan terbuka setelah terjadi gempabumi bermagnitudo 5.8 M di wilayah Mamuju, Sulawesi Tengah, Rabu (8/6).

Penjelasan Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan, berdasarkan laporan visual dari lapangan per pukul 16.30 WIB, para warga mulai mendirikan tenda darurat menggunakan terpal berwana biru dan oranye di beberapa titik tak jauh dari permukiman mereka dan di SMK Kota Tinggi.

"Hal serupa juga dilakukan oleh para warga Kabupaten Mamuju karena khawatir terjadi gempabumi susulan dan potensi ancaman tsunami. Pantauan visual dari lapangan ada tiga titik pengungsian warga yakni di Stadion Mamuju, Kantor Bupati Mamuju dan Kantor TVRI Sulawesi Barat di Mamuju," ungkap Abdul Muhari dalam siaran pers diterima Arunala.com , Rabu (8/6).

Baca Juga

Sebanyak empat warga Kabupaten Mamuju dilaporkan mengalami luka, sedang setelah terkena material reruntuhan bangunan Gedung PKK, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, ketika gempabumi terjadi.

"Saat ini, keempat warga tersebut telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju," terang Abdul Muhari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebelumnya telah mengeluarkan informasi bahwa gempabumi yang berpusat di koordinat 2,77 LS ; 118,56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 26 kilometer arah Barat Tapalang Barat, Mamuju, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km itu tidak berpotensi tsunami.

Merujuk kepada informasi dari BMKG tersebut, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau para warga khususnya di wilayah yang terdampak guncangan gempabumi untuk tidak panik namun tetap waspada.

Warga juga tidak perlu mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena tsunami dipastikan tidak ada.

"Masyarakat yang sudah terlanjur mengungsi ke dataran tinggi diharapkan segera kembali turun dan memeriksa kondisi rumah masing-masing," ujar Abdul Muhari.

Apabila mendapati kondisi rumah rusak berat, maka segera laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten kota setempat untuk mendapatkan dukungan bantuan tenda keluarga atau tenda darurat agar masyarakat dapat membuat tenda sementara di halaman rumah masing-masing.

"Masyarakat terdampak juga punya opsi untuk mengungsi di titik-titik pengungsian terpusat yang dibuka pemerintah daerah. Hal ini akan memudahkan pendataan dan distribusi bantuan," pungkas Abdul Muhari.

Selain itu, lanju dia, warga juga diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari lembaga dan instansi terkait yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan," imbuh dia.

Hingga saat ini belum diketahui berapa rumah warga rusak akibat gempa bumi kekuatan 5.8 SR di Mamuju, Sulawesi Tengah.

Komentar