Yuliandre: Padang Berpeluang Besar Jadi Kota Ekonomi Kreatif

Metro- 05-08-2022 19:11
Anggota KIP Pusat, Yuliandre Darwis berikan paparannya dihadapan jajaran Pemko Padang, Jumat (5/8). (Dok : Istimewa)
Anggota KIP Pusat, Yuliandre Darwis berikan paparannya dihadapan jajaran Pemko Padang, Jumat (5/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Setelah melakukan kunjungan kerja ke Pariaman, Agam, Padangpanjang dan Bukittinggi, rombongan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melakukan kunjungan ke Pemko Padang.

Rombongan KPI Pusat yang dipimpin Komisioner Bidang Kelembagaan Yuliandre Darwis itu disambut Asisten II Ekbang dan Kesra Didi Haryadi, dan Asisten III Administrasi Umum Corry Saidan di Palanta rumah dinas wali kota Padang, Jumat (5/8).

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang diwakili Corry Saidan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan KPI Pusat ke Pemko Padang, dan berharap ke depan bisa terjalin kerjasama dengan KPI, khususnya dengan KPID Sumbar, dalam hal penyiaran program dan kegiatan yang ada di Pemko Padang.

Baca Juga

"Pemko Padang saat ini sedang gencar-gencarnya menggalakkan ekonomi kreatif dan UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah), sehingga perlu kolaborasi, harmonisasi serta koordinasi dengan stakeholder lembaga penyiaran maupun dengan KPID Sumbar agar hasilnya bisa maksimal," ujar Corry.

Ke depan, sebut Corry, banyak kegiatan-kegiatan yang berskala nasional yang akan dipusatkan di Kota Padang, di antaranya adalah Penas Tani pada tahun 2023 mendatang.

"Banyak promosi yang bisa dibantu, dan ini butuh peran serta lembaga penyiaran agar kegiatan tersebut sukses hendaknya," imbuhnya.

Sementara itu, Yuliandre Darwis menyampaikan bahwa potensi Kota Padang dalam sektor ekonomi kreatif itu sangat tinggi. Ekonomi kreatif itu salah satunya adalah industri penyiaran.

"Sekadar diketahui, di Kota Padang banyak literasi-literasi yang bisa dijadikan konten untuk konsumsi nasional, bahkan internasional. Sebut saja literasi mengenai Malin Kundang, Siti Nurbaya, dan lainnya," sebut," Yuliandre, begitu sapaan akrab putra Minang yang pernah menjadi Ketua KPI Pusat ini.

Yuliandre melanjutkan, bukan semata literasi, keindahan alam seperti Pantai Padang, dan destinasi wisata lainnya, serta beragam kuliner yang ada, merupakan bahan yang melimpah yang bisa dijadikan konten, sebagai promosi daerah.

Ia mencontohkan di Korea Selatan, dimana kreativitas, atau konten kreatif bisa meningkatkan perekonomian suatu daerah atau negara.

"Dari satu boyband BTS dari Korea Selatan itu saja bisa menghasilkan Rp76 triliun," tukas Yuliandre, yang saat ini juga menjabat P penasehat/advisor Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Uno.

Fenomena yang terjadi di Korsel itu, kata Yuliandre lagi, harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Padang.

Menurutnya, Pemko Padang harus bisa memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dalam mengangkat kearifan lokal, dengan mengaitkannya ke OPD seperti Diskominfo, Dinas Pariwisata, dan lainnya.

Mengenai penyiaran di Sumbar, Yuliandre mendukung adanya peraturan daerah (Perda) tentang Penyiaran yang menjadi regulasi bagi dunia penyiaran dengan berlandaskan kearifan lokal yang ada di Sumbar.

Kemudian, kata Yuliandre, KPI dalam rekrutmen komisioner di daerah dilakukan secara desentralisasi, DPRD provinsi setempat yang memilih.

"Beda dengan lembaga lain seperti KPU, Bawaslu dan lainnya, yang dipilih oleh pusat," tukas Yuliandre.

Pada kesempatan silaturahmi itu, hadir juga Komisioner KPI Pusat lainnya, Nuning Rodiyah dan Hardly Stefano Fenolon Pariela serta Sekretaris KPI Pusat Umri, dan 40 orang staf KPI Pusat.

Kemudian Ketua KPID Sumbar Dasrul, beserta komisioner lainnya; Ficky Tri Saputra, Robert Cenedy dan Rahmadi Sutrisno. (*)

Komentar