Musliar Kasim Sebut Kongres Bakal Dihadiri Tokoh Lintas Negara

Metro- 09-08-2022 19:46
Panitia pelaksana Kongres Kebudayaan 2022 saat gelar konferensi pers pada wartawan menyangkut launching Kongres Kebudayaan 2022 yang mereka gelar, di Padang, Selasa (9/8). (Foto : Arzil)
Panitia pelaksana Kongres Kebudayaan 2022 saat gelar konferensi pers pada wartawan menyangkut launching Kongres Kebudayaan 2022 yang mereka gelar, di Padang, Selasa (9/8). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Sejumlah tokoh budayawan dan sejarah di Sumbar menghadiri launching Kongres Kebudayaan 2022 yang dilaksanakan Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau di salah satu hotel berbintang di Kota Padang, Selasa (9/8).

Presiden Kongres Kebudayaan, Prof Musliar Kasim mengatakan, kongres bertema "Menuju Indonesia Emas 2045" ini berangkat dari kegalauan terhadap bagaimana kebudayaan ketika Indonesia berusia satu abad nanti, tepatnya pad tahun 2045.

"Kongres kebudayaan ini pertemuan alternatif untuk membahas persoalan yang dihadapi baik nasional maupun global yang masif terjadi perubahan," ungkap Musliar Kasim kepada sejumlah wartawan saat prescon launching Kongres Kebudayaan itu.

Baca Juga

Pada kongres nanti, lanjut Rektor Universitas Baiturrahmah Padang ini, akan mengundang sejumlah tokoh kebudayaan mulai dari Aceh hingga Papua.

Bahkan pihak penyelenggara juga mengundang para mantan Presiden RI, Ketua DPR, Ketua MPR dan tokoh lainnya.

Perhelatan akbar kebudayaan ini imbuh Musliar Kasim, dilatarbelakangi atas keinginan tokoh-tokoh Minang untuk memberikan kontribusi dalam perspektif kebudayaan guna merawat kehidupan dan peradaban, menuju Indonesia Emas 2045.

"Inilah hebatnya orang Sumbar, dana tidak ada tetapi ingin mengadakan acara besar. Tapi yakinlah, dengan semangat tinggi, Insya Allah kegiatan ini bisa dilaksanakan," ujar Musliar Kasim beri spirit.

Musliar Kasim juga menerangkan, panitia pelaksana saat ini sedang dijajaki agar kongres ini lintas negara, dengan mengundang Presiden Singapura, Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Indonesia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (YPKM), Irman Gusman mengatakan saat ini Indonesia berbangga dengan pembangunan fisik namun lupa mengisi jiwa batin dalam pembangunan ini.

"Jadi kongres kebudayaan ini bagaimana mengisi jiwa banti kita untuk membangun peradaban Indonesia, bahkan dunia," ungkapnya.

Irman Gusman mengatakan kongres kebudayaan ini nanti dilakukan secara bertahap atau dan melibatkan negara-negara lain di ASEAN.

"Kebudayaan yang dimaksud bukan hanya soal kesenian, kesusasteraan melainkan segala perilaku kehidupan, termasuk nanti pelaku usaha," kata Irman Gusman.

Sedangkan, Ketua Organizing Committee (OC) Kongres Kebudayaan 2022, Insannul Kamil menyampaikan, kegiatan untuk kongres ini sudah dipersiapkan sejak enam bulan lalu dan berbagai pematangan materi atau pun konsep untuk kongres kebudayaan kali itu terus dilakukan.

"Bagaimana kongres ini jadi langkah alternatif terhadap perbaikan peradaban dan kebudayaan pada tatanan baru ini," tukas Insannul Kamil.

Kegiatan kongres ini, sambung dia, nantinya akan berikan spektrum luas bagi regional, nasional maupun ASEAN dalam perspektif kebudayaan, terlebih dalam menuju peradaban Indonesia maju.

Dia menambahkan, dalam kongres ini juga akan menggali apa saja permasalahan yang terkait kebudayaan itu, serta sejauh mana manfaat dari kongres kebudayaan bagi perbaikan tatanan kebudayaan yang ada saat ini.

Insannul Kamil menerangkan, Kongres Kebudayaan 2022 itu nantinya diselenggarakan pada Desember 2022 mendatang.

Dan rangkaian kongres itu digelar berbagai kegiatan diantaranya seminar-seminar kebudayaan, baik secara online, offline dan virtual.

"Ada juga podcast yang akan memberikan penguatan kepada acara Kongres Kebudayaan 2022 ini," pungkas Insannul Kamil.

Dalam launching Kongres Kebudayaan 2022 hari itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifulah, Ketua umum YPKM Syofwan Karim, Yulizar Yunus, Hasril Chaniago, Ery Mefri dan lainnya, termasuk Kepala Balai Kajian Sejarah dan Budaya Sumbar, Udri.

Komentar