Alirman Sori: Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perbaiki Sikap Keteladanan

Metro- 01-10-2022 13:25
Anggota DPD/MPR RI asal Sumbar, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)
Anggota DPD/MPR RI asal Sumbar, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Pancasila hari ini (Sabtu (1/10), Anggota DPD/MPR RI Alirman Sori menyebutkan tidak sekadar mengingat Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara saja.

"Namun jauh lebih dari itu, dimana momentum ini sangat penting bagi para pemimpin bangsa dan negara dan pimpinan daerah untuk mengevaluasi diri pada Hari Kebangkitan Pancasila ditengah menurunnya keteladanan kepemimpinan, sekaligus momentum untuk memperkokoh rasa kebangsaan dan bernegara," kata Alirman Sori kepada Arunala.com di sela-sela peringatan Hari Kebangkitan Pancasila sekaligus peringatan HUT Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ke - 77 tahun di DPRD Sumbar, Sabtu (1/10).

Salah satu hal penting yang ingin disampaikan Alirman Sori yakni menyangkut sikap keteladanan para pemimpin dan tokoh masyarakat di negara ini.

Baca Juga

"Karena momentum hari Kebangkitan Pancasila ini akan merupakan tahapan evaluasi para pemimpin atas sikap keteladanan dirinya, apakah mereka masih bisa dipercaya atau tidak," kata Alirman Sori.

Alirman Sori berpendapat, dilihat dari kondisi kekinian, sikap keteladanan ini lah yang mulai luntur dan menipis di kalangan segelintir para pemimpin di negara ini.

Menurut Senator asal Sumatera Barat (Sumbar) itu, krisis keteladanan bisa dilihat dari perilaku menyimpang yang terjadi para segelintir pemimpin belakangan ini, dimana lunturnya nilai-nilai keteladanan itu kerap jadi konsumsi publik.

Dirinya memperkirakan, luntur nilai-nilai keteladanan pemimpin itu juga disebabkan dengan adanya pengaruh globalisasi yang telah menjadikan dunia tanpa batas yang diikuti dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi telah merubah tatanan dunia.

"Globalisasi dan kemajuan iptek merupakan peluang besar setiap dunia bangsa merajuk persatuan dunia dalam pergaulan internasional," ucapnya.

Namun begitu, Alirman Sori mengingatkan kemajuan iptek mesti harus diiringi dengan kemajuan pendidikan agama sebagai filter utama dalam kemajuan peradaban dunia, yang memerlukan ketangguhan ilmu agama untuk mengontrol ancaman kemajuan iptek dapat saja berimplikasi negatif kalau tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai agama.

Sebagai bangsa berketuhanan, imbuh dia, semestinya semua tindakan dan perbuatan, tentu benteng utamanya adalah agama.

"Sekarang kita lihat, mudanya orang marah dan tersinggung, padahal persoalannya sepele. Ini karena dari kita semua tidak atau belum memahami pemahaman konsep beragama itu secara utuh," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, sikap yang skeptis tanpa melakukan cek dan ricek, bahkan informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan, mengakibatkan bangsa jadi tercabik-cabik di ruang publik.

"Untuk itu, sekali lagi saya menegaskan, momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini jadi cara bagi pemimpin untuk lebih memperbaiki sikap dan keteladanannya pada bangsa, negara dan masyarakat," kata Alirman Sori.

Komentar