Usia 77 Tahun, Sumbar Dituntut Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Metro- 01-10-2022 15:01
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat menghadiri HUT ke 77 tahun Sumbar, di ruang sidang utama gedung DPRD Sumbar, Sabtu (1/10). (Dok : Istimewa)
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat menghadiri HUT ke 77 tahun Sumbar, di ruang sidang utama gedung DPRD Sumbar, Sabtu (1/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadiri Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Sumbar dalam memperingati HUT Sumbar ke-77, yang diadakan di ruang sidang utama gedung DPRD Sumbar, Sabtu (1/10).

Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Pak JK ini merupakan suami dari Mufida Jusuf Kalla yang merupakan orang asli Lintau, Tanahdatar.

JK yang merupakan Sumando Urang Minangkabau ini berharap Sumbar akan selalu mempunyai pikiran-pikiran dan usaha yang baik untuk lebih maju dari sekarang.

Baca Juga

Pada peringatan HUT ini, kata dia, semua elemen mesti melihat ke belakang (sejarah) yang penting untuk dipelajari.

Namun, ujar JK, bekerja bukan untuk masa lalu, tapi untuk masa depan.

Dirinya juga menyampaikan semoga pendidikan di Sumbar lebih baik lagi, perantau yang berkualitas dengan modal pendidikan, keagamaan agar lebih baik dari sebelumnya.

"Diharapkan, para mubalig dari Minang tetap menjadi harapan orang banyak," pinta JK.

Adapun harapan-harapan yang disampaikan, menurut JK mesti harus dijalankan secara bersama-sama.

Wapres dua periode ini juga sempat melontarkan kembali pernyataan Sukarno yang berbunyi 'berpikirlah seperti orang Minang, bekerjalah seperti orang Jawa, dan berkatalah seperti orang Batak'.

Sedangkan terkait HJP Sumatera Barat, Ketua DPRD Sumbar, Supardi menjelaskan, penetapan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai hari jadi telah ditetapkan melalui peraturan daerah pada tanggal 22 Juli 2019 lalu.

"Menurut sejarah, 1 Oktober 1945 adalah terbentuknya keresidenan Sumatera Barat seiring dengan pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang. Pengambilalihan itu dimotori oleh M Syafei, Dr M Djamil dan Rasuna Said yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Barat pada masa itu," jelas Supardi.

Sementara Gubernur Sumbar, Mahyeldi berharap, momentum bersejarah itu menjadi pemacu gerak menuju pemulihan dan kebangkitan ekonomi ke depan.

Menurut Mahyeldi, setelah dua tahun dilanda pandemi, Sumatera Barat mengalami keterpurukan ekonomi sama seperti daerah lain pada umumnya.

"Seiring langkah pemerintah pusat, maka pemerintah provinsi juga harus pulih dan bangkit agar perekonomian kembali membaik sehingga tujuan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai," kata Mahyeldi.

Komentar