Pascapandemi, Juru Foto Keliling di Tanah Lot Mulai Bergairah

Metro- 24-11-2022 14:04
Ari, salah seorang juru foto keliling di tempat wisata Tanah Lot Bali sedang melayani para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata tersebut, Kamis siang (24/11). (Foto : Arzil)
Ari, salah seorang juru foto keliling di tempat wisata Tanah Lot Bali sedang melayani para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata tersebut, Kamis siang (24/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Bali, Arunala.com - Tanah Lot Bali adalah salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi saat pergi ke Pulau Dewata. Tempat yang merupakan salah satu ikon pariwisata pulau Bali ini, ternyata adalah satu dari beberapa pura penting bagi umat Hindu setempat.

Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana kondisi ekonomi yang dialami para juru foto keliling dan pedagang di tempat wisata itu saat pandemi Covid-19 melanda dua tahun belakangan. Salah seorang juru foto keliling di Tanah Lot, Ari, 43, mengaku masa pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian mereka.

"Waktu pandemi selama dua tahun belakangan ini, kawasan wisata Tanah Lot sempat ditutup, akibatnya tidak ada wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke lokasi wisata ini," kata Ari kepada Arunala.com , di Tanah Lot, Bali, Kamis (24/11).

Baca Juga

Pria yang memiliki sepasang orang anak ini, satu laki-laki yang sedang kuliah, dan seorang lagi perempuan yang duduk di bangku SMP itu mengaku untuk menutupi biaya hidup selama pandemi itu cukup sulit.

"Bahkan saya sempat jadi pemancing ikan dan juga kerja di sawah untuk bisa mendapatkan uang membiayai kebutuhan harian," jelas Ari.

"Abis gimana lagi, dari pada nggak ada uang, harus banting tulang cari kerja agar dapat duit untuk makan maupun biaya sekolah anak," ucapnya lagi.

Kemudian, lanjut dia, setelah pandemi Covid-19 melandai, geliat pariwisata di Kota Bali, khususnya kawasan Tanah Lot mulai menggeliat.

"Para wisatawan mulai berkunjung ke sini (Tanah Lot, red) sejak pandemi melandai, dan itu menjadikan kami-kami mulai bisa menjalankan profesi jadi juru foto keliling maupun pedagang di sekitar tempat wisata ini," ungkap Ari.

Bahkan, lanjut dia, secara pendapatan, dia mengaku juga mulai membaik, dan rata-rata pendapatan yang bisa dikumpulkan dari juru foto keliling di tempat wisata Tanah Lot itu bisa dikatakan cukup lumayan.

"Kira-kira saya dan teman-teman seprofesi bisa mendapatkan Rp170 ribu hingga lebih. Ya lumayan lah," ucap Ari.

Hal lain disampaikan Ari, bahwa para pedagang maupun juru foto keliling di tempat wisata Tanah Lot itu diharuskan menjaga kebersihan lokasi wisata itu.

"Untuk diketahui, di tempat ini ada aturan dalam menjaga kebersihan tempat wisata Tanah Lot itu, tiap Jumat pagi mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WITA kami lakukan goro bersihkan tempat wisata itu, agar para wisatawan yang datang terasa nyaman dengan kebersihan tempat wisata Tanah Lot ini," kata Ari.

Komentar