RSUP M Djamil Harus jadi Terbaik di Sumatera

Metro- 31-12-2022 15:31
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Ketua Dewan Pengawas RSUP M Djamil drg Arianti Anaya MKM dan direksi RSUP M Djamil, Sabtu (31-12-2022). (Foto : Fajril)
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Ketua Dewan Pengawas RSUP M Djamil drg Arianti Anaya MKM dan direksi RSUP M Djamil, Sabtu (31-12-2022). (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Kementerian Kesehatan RI menargetkan RSUP M Djamil Padang sebagai rumah sakit terbaik di Indonesia, khususnya Sumatera.

Ini sebagai upaya membendung masyarakat untuk berobat di luar negeri.

"Hampir satu juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri. Tentunya ingin mengurangi hal tersebut. Justru sebaliknya. Orang mereka datang ke Indonesia khususnya RSUP M Djamil datang berobat sekaligus berwisata di sini," kata Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, drg Arianti Anaya MKM, saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional dan HUT ke-69 RSUP M Djamil di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, hari ini (31/12).

Baca Juga

Apa yang harus dilakukan? Ia mengatakan RSUP M Djamil harus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sarana prasarana maupun dokter.

"Keduanya harus sejalan," tuturnya. Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan ini mengharapkan RSUP Dr M Djamil untuk segera menjadi rumah sakit jejaring. Bisa selevel dengan RS Cipto Mangunkusumo dan RS Karyadi. "Dan RSUP M Djamil harus segera masuk ke jajaran level rumah sakit paling tinggi," harap Arianti Anaya.

Tentunya, sebut Arianti Anaya, pembenahan harus dilakukan. Termasuk sumber daya manusia.

"Komitmen dari dokter itu penting untuk memberikan layanan terbaik," tuturnya. Dari sisi lain, tutur Arianti Anaya, RSUP M Djamil menjadi pengampu bagi rumah sakit daerah di Sumbar. Bahkan menjadikan rumah sakit rujukan nasional.

"Kami mempunyai program layanan empat penyakit prioritas yakni kanker, stroke, jantung dan ginjal bisa ditangani di RSUD. Jadi, tidak lagi dirujuk ke Jakarta. Di samping untuk terus mengedukasi masyarakat agar terhindar dari empat penyakit ini," ucap Arianti Anaya.

Ia berharap ke depannya, RSUP M Djamil bisa setara dan selevel dengan rumah sakit vertikak Kementerian Kesehatan.

"Sehingga, apa yang diinginkan meminimalisir masyarakat berobat ke luar negeri dapat terwujud," ujarnya. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah sependapat dan memberikan dukungan untuk hal itu.

"Apa tugas dan kewenangan kita. Dulu, ketika di Kota Padang telah merencanakan gedung DPRD Padang dihibahkan ke RSUP M Djamil. Mudah-mudahan langkah ini dilanjutkan Wali Kota Padang Hendri Septa," ucapnya.

Ia berharap dengan langkah demikian, posisi RSUP M Djamil lebih baik sehingga pelayanan lebih baik.

"Dan akses akan lebih mudah dan lancar ke depan. Sehingga RSUP M Djamil lebih representatif," harapnya.

Apalagi, sebut Mahyeldi, RSUP M Djamil memiliki sumber daya manusia (SDM) berkompeten dan mumpuni. Dan pemerintah provinsi juga mendorong para dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis.

"Apalagi, kini sudah ada peluang beasiswa spesialis disediakan Kementerian Kesehatan," tukasnya.

Ia mengatakan dengan pembenahan kawasan, peningkatan SDM, dan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUP M Djamil menjadi rumah sakit pilihan khususnya di Sumatera.

"Mudah-mudahan hal tersebut terwujud hendaknya," harap Mahyeldi.

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS mengatakan ada hal yang masih tertinggal di rumah sakit ini dibanding rumah sakit di luar negeri adalah masa antre pasien berobat di rumah sakit.

Di samping layanan kesehatan kepada masyarakat. "Mengubah hal tersebut, kami melakukan pembenahan. Salah satu pengembangan digitalisasi di setiap lini layanan di RSUP M Djamil," tukasnya.

Komentar