Enam Balon DPD Sumbar Gunakan Tambahan Waktu

Metro- 23-01-2023 11:28
Anggota KPU Sumbar, Gebril Daulai beri keterangan soal perpanjangan waktu penyerahan syarat dukungan minimal balon DPD, Senin dini hari (23/1). (Dok : Istimewa)
Anggota KPU Sumbar, Gebril Daulai beri keterangan soal perpanjangan waktu penyerahan syarat dukungan minimal balon DPD, Senin dini hari (23/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Enam orang dari 12 bakal calon anggota DPD Sumbar yang serahkan perbaikan hasil verifikasi administrasi syarat dukungan minimalnya, masih diberi perpanjangan waktu penyerahan hasil perbaikannya.

Ini menyusul dengan keluarnya surat dinas KPU RI yang masih beri waktu 2 x 24 yang diterima KPU Sumbar pada Minggu sore.

Anggota KPU Sumbar yang juga Ketua Divisi Teknis, Gebril Daulai menyebutkan dari 12 balon yang serahkan dukungan perbaikannya, hanya enam orang yang membutuhkan perpanjangan waktu tersebut.

Baca Juga

"Surat dinas KPU RI soal perpanjangan waktu 2 x 24 jam itu diterima KPU Sumbar pada Minggu sore (22/1) sekitar pukul 16.00 WIB, dan hanya enam orang balon yang memanfaatkan tambahan waktu itu," ujar Gebril kepada Arunala.com , di kantor KPU Sumbar, Senin dini hari (23/1).

Gebril menjelaskan, enam balon yang manfaatkan penambahan waktu itu yakni Arif Yumardi, Dirri Uzhzhulam, Jhoni Afrizal, Nasta Oktavian, Yonder WF Alvarent dan Yuri Hadiah.

Dia menambahkan, dari 12 balon yang serahkan dukungan perbaikan di hari Minggu itu, ada juga yang tidak memanfaatkan penambahan waktu yang diberikan KPU tersebut.

"Mereka itu adalah Cerint Iralloza Tasya, Desrio Putra, Irfendi Arbi, Irman Gusman dan Yong Hendri. Mereka lakukan perbaikan dukungan masing-masing melalui aplikasi Silon, karena kalau dokumen mereka sudah lengkap dan sudah sesuai, maka yang bersangkutan tidak membutuhkan waktu penambahan itu," kata Gebril.

Sementara satu bakal calon lainnya atas nama Fatri Hayani tidak melanjutkan proses pencalonannya karena tidak hadir di hari itu.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sumbar, Alni yang memantau langsung proses penyerahan perbaikan dukungan hasil vermin tahan pertama itu menyebutkan, semua berjalan lancar.

"Kalau Bawaslu kan kewajibannya mengawasi setiap proses tahapan pemilu yang ditentukan sesuai aturan yang ada, karena sebagai salah satu penyelenggaraan pemilu bertugas mengawasi, yang tentu kami jalankan," kata Alni.

Ditanya bagaimana pantauan Bawaslu terhadap proses pada Minggu siang hingga tengah malam itu? Alni menyebutkan, yang nampak secara kasat mata, memang prosesnya sesuai aturan.

"Tapi tidak tahu, kalau ada dikemudian hari ada kendala atau masalah, tentu sesuai prosedur pula yang bisa menilai itu," kata Alni.

Komentar