KPU Wajibkan Bapaslon Jalani Tes Swab

Metro-159 hit 03-09-2020 09:38
Ketua KPU Sumbar, Amnasmen. (Dok : Istimewa)
Ketua KPU Sumbar, Amnasmen. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala -- Untuk syarat pencalonan kepala daerah yang akan maju pada Pilkada Serentek 2020 di Sumbar akan bertambah, ini seiring keluarnya aturan baru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masa pandemi Covid-19 ini.

Regulasi KPU yang dituangkan dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2020 Pasal 50 A dimana bakal pasangan calon (bapaslon) melakukan pemeriksaan Real Time Polymerase Reaction (RT-PCR) dan hasil dinyatakan negatif corona (Covid-19).

"Dengan keluarnya PKPU No 10/2020 itu, maka kami di Sumbar juga minta kepada bapaslon kepala daerah yang ikut Pilkada serentak 2020 di Sumbar untuk mengikuti pemeriksaan RT-PCR itu," kata Ketua KPU Sumbar Amnasmen ketika dihubungi Arunala.com di Padang, Rabu siang (2/9).

Baca Juga

Menurut dia, pemeriksaan uji swab ini dilakukan sebelum para bapaslon itu jalani tes kesehatan. Dengan begitu KPU dapat memastikan apakan mereka terpapar atau tidak virus corona.

"Apabila bapaslon terpapar Covid-19, tidak membatalkan statusnya sebagai calon. "Akan tetapi, ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh semua pihak seperti kewajiban isolasi mandiri atau pengobatan di rumah sakit," jelas Amnasmen lagi.

Dia juga menyatakan, untuk pendaftaran bapaslon kepala daerah harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19. KPU juga tidak akan memperkenankan sembarang orang keluar masuk ke ruang pendaftaran.

"Tentu ada standar Covid saat calon mendaftar, ada batasan jumlah orang yang boleh masuk, misalnya calon, ketua partai dan yang berhak tandatangan berkas saja," katanya.

Terpisah, Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Sumbar, Aan Wuryanto menyebutkan KPU telah menyurati partai soal uji swab bagi bapaslon mereka.

"KPU bersurat ke partai politik untuk mengimbau para calon mereka jalani uji swab dan dilampirkan surat uji swab itu saat mendaftar," kata Aan Wuryanto singkat.

Komentar