Melonjak Jumlah Pasien Covid-19 di Mentawai

Metro-189 hit 08-09-2020 16:09
Saat petugas dari Gugus tugas Covid-19 Mentawai saat menjemput pasien Covid baru di kabupaten itu Senin malam (7/9). (Foto : Istimewa)
Saat petugas dari Gugus tugas Covid-19 Mentawai saat menjemput pasien Covid baru di kabupaten itu Senin malam (7/9). (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunal - Tim gugus tugas penangan Covid-19 Kabupaten Kepuluan Mentawai kembali melakukan tracing dan tracking terhadap para penumpang kapal perintis Sabuk Nusantara yang melayani rute pelayaran ke Kepulauan Mentawai.

Sebelumnya kapal perintis ini sempat diminta untuk menunda perjalannya karena diketahui salah seorang penumpangnya positif terpapar Covid-19.

"Setelah satu penumpang itu positif Covid-19 dan telah dilakukan penanganan, kembali kami mendapati ada 16 lagi penumpang kapal itu yang positif. Itu diketahui pada Senin (7/8) kemarin," kata Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar ketika dihubungi Arunala.com , Selasa siang (8/9).

Baca Juga

Ke-16 orang pasien baru itu, sebut Lahmuddin, diketahui setelah setelah tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan tracing dan tracking terhadap para penumpang kapal perintis Sabuk Nusantara yang kini berada di Mentawai, tepatnya di kepulauan Sikakap.

Hasil tracing tim, lanjutnya sebanyak 16 pasien baru ini berasal dari Desa Bukit Pamewa Kecamatan Sipora Utara dan merupakan karyawan di salah satu unit usaha air isi ulang di tempat itu.

"Di unit usaha itu ada 25 orang karyawan dan kami lakukan uji swab, ternyata ada 16 orang diantara karyawan itu diketahui positif Covid-19," terang Lahmuddin lagi.

Dirinya memperkirakan, kemungkinan salah seorang atau lebih dari karyawan usaha air minum isi ulang itu terpapar setelah sebelumnya sempat kontak dengan pasien positif Covid-19 yang menjadi salah seorang penumpang kapal perintis tersebut.

Jadi, lanjut dia, 16 orang pasien baru itu dilakukan langkah isolasi bagi mereka.

"Empat orang diisolasi di RSUD Mentawai, delapan orang diisolasi fasilitas khusus yang disediakan pemerintah (Homestay Mapadegat) dan empat orang isolasi mandiri," sebut Lahmuddin.

Kemudian, imbuhnya, pasca ditemukannya 16 pasien baru Covid-16, pihak gugus tugas akan kembali melakukan uji swab terhadap penumpang kapal perintis yang masih berada di Sikakap itu.

Di sisi lain, dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Mentawai saat ini, Lahmuddin mengaku, Bupati Yudas Sabaggalet mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 360/445/BUP-2020 terkait penghentian sementara operasional kapal antar pulau ke Mentawai.

"Melihat kondisi terkini, pemkab telah mengeluarkan surat edaran (SE) penghentian kapal antar pulau untuk sementara waktu ke Mentawai. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Mentawai," tukasnya Lahmuddin.

Dia menerangkan, penghentian sementara itu belaku Selasa (8/9 ini hingga Senin (22/9). Kapal tidak mengangkut penumpang, kecuali dalam rangka membawa kebutuhan pokok masyarakat atau pelaksanaan tugas kedinasan gugus tugas.

Ketentuan penghentian sementara tersebut juga berlaku bagi long boat yang beroperasi di Kepulauan Mentawai.

Bagi kapal yang akan berangkat ke Mentawai atau pun orang yang akan lakukan tugas kedinasan di pulau ini harus berdasarkan persetujuan tertulis gugus tugas," tegas Lahmuddin.

Komentar