Pasaman Barat Mendekati Zona Merah

Metro-341 hit 14-10-2020 20:31
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat Wiku Adisasmito

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala -- Saat ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pusat mendata ada 94 kabupaten kota di Indonesia berada di zona Oranye dalam kurun waktu enam bulan berturut-turut.

Diantara daerah yang masuk zona Oranye itu terdapat di Sumatera Utara (12 kabutate kota), Jawa Tengah (11 kabutate kota), dan Jawa Timur (11 kabutate kota).

Sebaliknya ada tiga daerah yang mendekati zona merah yakni Kota Langsa, Pasaman Barat, dan Karang Anyar.

Baca Juga

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat, Wiku Adisasmito dalam keterangan pers menyangkut perkembangan penanganan Covid-19, Rabu (14/10) menyebutkan bagi daerah yang tidak zona merah untuk jangan berpuas diri dulu.

"Daeran yang berstatus zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan. Apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi untuk menjadi zona merah," kata Wiku.

Selain itu, Wiku menyampaikan ada juga kabupaten kota yang skornya mendekati zona kuning, yakni Rejang Lebong, Kota Madiun, Lamongan, Kota Yogyakarta, Gunung Mas, Donggala, Buton Selatan, Konawe Selatan, Lombok Barat, Kota Ternate dan Maybrat

Dia mengingatkan peta zona risiko yang menunjukkan sebaran penularan Covid-19 di berbagai daerah dibuat berdasarkan data yang valid. Kemudian dalam zona risiko penularan di suatu wilayah menggunakan tiga indikator.

"Yaitu epidemiologi, surveillance kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. Dari masing-masing indikator itu ditentukan skor dan pembobotan yang menggambarkan risiko di wilayah tersebut," katanya.

Untuk daerah zona oranye atau risiko sedang, papar Wiku, skornya dimulai dari nilai 1,81 hingga 2,4. Melihat nilai skor tersebut, jika suatu daerah mendekati 1,81 artinya kabupaten kota tersebut semakin mendekati zona merah atau risiko tinggi pada pekan berikutnya.

Sebaliknya, semakin mendekati 2,4 maka kabupaten kota tersebut semakin dekat berubah menjadi zona kuning atau risiko rendah pada pekan berikutnya.

"Untuk itu, pemerintah daerah harus tetap berupaya meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T). Pemda juga diminta proaktif jika memerlukan bantuan dengan pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan seperti reagen, obat-obatan, insentif relawan dan sebagainya," pinta Wiku Adisasmito.

Komentar