Mentawai Cetak Rekor Dunia dan MURI Sekaligus

Metro-435 hit 21-10-2020 08:29
Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet saat membuka kegiatan Pekan Sagu Nusantara (PSN) 2020, di Tuapejat, Mentawai, Selasa (20/10). (Dok : Istimewa
Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet saat membuka kegiatan Pekan Sagu Nusantara (PSN) 2020, di Tuapejat, Mentawai, Selasa (20/10). (Dok : Istimewa

Penulis: Darizon Y

Tuapejat, Arunala -- Sagu tidak cuma menjadi bahan pokok bagi masyarakat Kepulauan Mentawai. Lebih dari itu, Sagu juga bagian penting dari budaya Mentawai karena memiliki nilai filosofi.

Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet saat membuka kegiatan Pekan Sagu Nusantara (PSN) 2020 yang diadakan Pemkab Mentawai, di Tuapejat, Selasa (20/10).

Menariknya, PSN 2020 yang diadakan Pemkab Mentawai itu diikuti oleh 14 provinsi dan 21 kabupaten kota itu berhasil mencetak rekor dunia dan rekor MURI untuk kategori Makan sagu serentak di lokasi terbanyak.

Baca Juga

"Adanya nilai-nilai filosofi pada Sagu ini, seharusnya menjadikan generasi muda Mentawai sadar dan memahaminya, sebab ini sebagai bagian dari budaya Mentawai yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat di sini," kata Yudas.

Dia juga menegaskan, Mentawai mesti menjadikan Sagu sebagai komoditi ketahanan pangan meskipun saat ini di beberapa daerah Sagu mulai tidak terkenal dengan adanya beras.

"Kedepan Sagu bukan hanya sekedar kebutuhan pokok / pangan masyarakat tapi juga bagian dari peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Yudas.

Wakil Bupati Kortanius Sabeleake menambahkan, bicara Mentawai adalah bicara Sagu. "Sagu menjadi pilihan ketahanan pangan daerah dan itu telah terbukti pada masa--masa penjajahan dulu di Sumatera," sebut Kortanius.

Sedangkan Kepala Bappeda Pemkab Mentawai, Naslindo pihak pemkab melalui Dinas Pertanian akan melakukan gebrakan baru untuk mempertahankan Sagu menjadi andalan makanan pokok bagi masyarakat Mentawai dengan membuka lahan tanam Sagu di beberapa kawasan di kabupaten itu.

Secara nasional, Indonesia memiliki sekitar 1,2 juta hektare (50 persen dari total areal sagu dunia). Dan areal Sagu Indonesia tersebar ada di sembilan provinsi, termasuk di Mentawai," kata Naslindo.

Sagu, kata dia, memiliki peranan penting dalam peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di saat sekarang ini masa pandemi Covid-19.

"Komoditi Sagu ini akan menjadi pangan prioritas selain beras di Mentawai, dan ini akan diwujudkan dengan peran serta Dinas terkait ke depannya," ujar Naslindo.

Komentar