Cegah Restoran dan Cafe Sebagai Tempat Penyebaran Covid-19

Metro-34 hit 22-10-2020 14:22
Kepala PDRPI FK Unand Padang, Dr dr Andani Eka Putra. (Dok : Istimewa)
Kepala PDRPI FK Unand Padang, Dr dr Andani Eka Putra. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Aunala -- Instruksi Gubernur Sumbar terkait para pengelola dan karyawan restoran/rumah makan dan Cafe harus lakukan uji swab (PCR test), dikeluhkan sejumlah pengelola restoran/rumah makan yang ada di Kota Padang.

Apa lagi dalam intruksi itu disertai dengan sanksi pencabutam izin usaha dan menutup usaha restoran dan caf bagi pelaku usaha ini tidak mengindahkan instruksi itu.

"Urusannya cukup ribet om, kemarin saya sudah minta ke Puskesmas di Padang untuk periksa saya dan karyawan atas dasar Instruksi Gubernur itu, nyatanya Puskesmas justru bilang belum ada perintah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang," ujar pemilik gerai makanan siap saji di bilangan Lubuk Lintah Padang, Pajok kepada media, di Padang, Rabu (21/10).

Baca Juga

Semetara Kepala Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran (PDRPI FK) Unand Padang, Dr dr Andani Eka Putra memastikan laboratorium PDRPI siap memeriksa sampel dalam rangka menjalankan Instruksi Gubernur Sumbar yang terbit Selasa (20/10) lalu.

"Kami siap amankan Instruksi Gubernur Sumbar ini. Kini pandemi masih belum tahu kapan berakhirnya, jadi semua pihak baik tenaga kesehatan di Puskesmas sampai rumah sakit hingga laboratorium harus bertindak dan bekerjasama. Kesampingkan dulul birokrasi, soalnya kita berada di masa pandemi ini,"ujar Andani.

Perlu dipahami, terang Andani, "perang" terhadap Covid adalah "perang" semua komponen, jadi jangan anggap ini kerja pemerintah dan tenaga kesehatan serta laboratorium saja.

"Soal uji swab gratis bagi pengusaha atau pemilik restoran. Laboratorium PDRPI FK Unand tidak melakukan pengambilan spesimen, karena kita testing dan juga tenaga PDRPI terbatas,"ujar penerima Indonesia Award 2020 kategori professional itu.

Bahkan Andani memastikan hasil swab pengelola restoran dan karyawannya itu tidak dipublish ke masyarakat luas. Sikap Andani tidak mempublish didukung Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi yang terkenal dengan tagarnya #AyoSwabNoSakit, dan tagar #Pakaimaskertu.

Untul soal tidak dipublish ke masyarakat, Adrian Tuswandi menegaskan mengecualikan informasi hasil swab bagi pengusaha dan karyawan restoran maupun cafe sudah tepat, dan sesuai UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Karena uji swab, pengelola dan karyawan kategorinya informasi dikecualikan, jika dibuka ke publik justru berdampak kepada persaingan usaha tidak sehat,"ujar Adrian.

Dibagian lain Andani juga memberikan prosedur pemeriksaan swab gratis bagi pengelola dan karyawan restoran dan cafe berdasarkan Insturksi Gubernur Sumbar.

Ini syarat test PCR/Swab gratis bagi pengelola dan karyawan restoran dan rumah makan serta cafe:

1.Pimpinan usaha mengajukan permohonan ke Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, lengkap dengan jumlah dan identitas pegawai serta menyertakan kontak person (pimpinan), surat permohonan bisa dikirim lewat WA.
2.Perusahaan atau pengelola restoran harus proaktif mencari petugas untuk pengambilan swab.
3.Swab diantar langsung ke Laboratorium PDRPI FK Unand dengan surat pengantar.
4.PDRPI FK Unand akan PCR test.
5.Hasil akan dikirim langsung ke pimpinan atau pemilik maupun pengelola restoran, rumah makan dan cafe.

Komentar