Ombudsman Temukan Indikasi SKD Palsu: Dewan Pendidikan Angkat Bicara Soal Kisruh PPDB SMA

Edukasi- 10-07-2020 13:30
Ilustrasi PPDB (Antara)
Ilustrasi PPDB (Antara)

Padang, Arunala - Kisruh penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Sumbar membuat Anggota Dewan Pendidikan Sumbar Khairul Jasmi angkat bicara.

Tidak itu saja, pihak Ombudsman RI Perwakilan Sumbar juga menilai ada yang aneh terkait PPDB 2020 untuk SMA dan SMK itu.

"Apapun caranya, calon peserta didik jangan dirugikan. Ini pekerjaan tahunan, masa tak bisa. Tiap tahun sekolah menerima siswa baru. Seharusnya malah berjalan makin baik, tapi ini malah tambah kacau," kata Khairul Jasmi kepada media di Padang, Jumat (10/7).

Penegasan itu dia lontarkan karena cukup banyak para orang tua calon siswa baru mempertanyakan cara atau proses penerimaan siswa baru yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar tahun 2020 ini.

Selama ini, lanjut Khairul Jasmi, orang tua hanya pasrah ketika anaknya tak bisa masuk sekolah negeri. Namun yang membuat orang tua marah, proses pendaftaran yang kacau, pantas mereka marah.

"Untuk itu Kepala Disdik jangan hanya pandai menghindar-hindar. Hadapi aspirasi masyarakat itu. Itulah risiko jabatan. Kalau tidak bisa mengatur Pendidikan, mundur saja. Saya kira masih banyak yang berkompeten," tambahnya.

Penegasan ini, tampaknya juga ditujukan Khairul Jasmi kepada kepala Disdik kabupaten kota yang proses PPDB di daerahnya juga ada persoalan.

Dinas Pendidikan, sambung dia, harus mencarikan jalan keluar, sehingga anak-anak itu bisa sekolah. Khairul Jasmi juga mengingatkan dari sekarang, hentikanlah promosi sekolah favorit.

Menurutnya PPDB itu bagus, yang tak bagus pelaksanaannya. Tahun depan pelaksanaannya harus sebagus dengan sistemnya.

Terkait syarat di PPDB 2020 soal zonasi, batas usia sebaiknya kaji ulangi penerapannya. "Jangan mau buka PPDB baru disosialisasi. Itu tak masuk," tegasnya lagi.

Kharul Jasmi menambahkan, sekarang orang tua pada menangis atas tidak diterimanya atau lulusnya anak mereka di sekolah yang mereka impikan.

Dirinya menilai, munculnya kisruh itu akibat kesalahan kebijakan masa lampau yang membangun sekolah-sekolah favorit. Akibatnya semua orang ingin sekolah favoritnext

Komentar