Rapat Komisi II DPRD Sumbar bersama Asosiasi Komoditi: Mencari Benang Merah Tata Kelola Komoditi Ekspor Sumbar

Ekonomi- 11-01-2023 20:27
Anggota DPRD Sumbar bersama asosiasi komoditi ekspor Sumbar bahas ranperda Tata Kelola Komoditi Unggulan Perkebunan Sumbar, Rabu (11/1). (Dok : Istimewa)
Anggota DPRD Sumbar bersama asosiasi komoditi ekspor Sumbar bahas ranperda Tata Kelola Komoditi Unggulan Perkebunan Sumbar, Rabu (11/1). (Dok : Istimewa)

.

"Toke itu yang menentukan harga kalau setuju mereka ambil dan kalau tidak, ya tidak dibeli atau diambilnya. Nah, ini dalam konsep jual beli tidak ada, seharusnya dalam sistem jual beli terjadi transaksi tawar-menawar yang berujung kepada kesepakatan kedua belah pihak, bukan hanya menguntungkan satu pihak," ujar perwakilan dari salah satu Asosiasi.

Anggota Asosiasi lain pun menanggapi dengan permasalahan yang tak kalah pentingnya, yaitu tentang harga pupuk yang kelewat mahal sementara harga jual sangat rendah.

"Bagaimana mungkin kita mempertahankan satu komoditi sedangkan kita tak memberi kemudahan kepada para petani, misalkan saja kakao," ujarnya.

Sekarang, lanjut dia, kakao sudah menurun dan orang-orang mulai beralih ke tanaman lain karena dianggap terlalu sulit merawatnya dan harga jual yang rendah.

"Nah, kita harus hadir di sana dan mengedukasi para petani karena seperti yang telah dijelaskan tadi kualitas kakao kita itu terbaik dunia. Jadi jangan sampai petani-petani kita tak mendapatkan untung apa-apa selain keringat mereka sendiri," ujarnya.

Komentar