Fia Sempat Khawatir Tidak Dibolehkan Tampil

Metro-57 hit 18-11-2020 22:53
Fia peserta asal Banten saat ikuti lomba Tafsir Bahasa Arab pada MTQ Nasional ke-XXVIII di Sumbar, Rabu (18/11). (Dok : Istimewa)
Fia peserta asal Banten saat ikuti lomba Tafsir Bahasa Arab pada MTQ Nasional ke-XXVIII di Sumbar, Rabu (18/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Sempat jalani perawatan beberapa hari, karena kelelahan dalam perjalanan menuju Kota Padang, akhirnya Fia Alfiatu Azmah (22), salah seorang peserta MTQ Nasional ke-XXVIII yang diadakan di Sumbar saat ini.

Fia Alfiatu Azmah yang berasal dari Provinsi Banten ini, merupakan peserta untuk bidang lomba Tafsir Bahasa Arab, dan dia merupakan salah satu peserta yang menggunakan cadar.

Dijumpai di venue perlombaan Tafsir Bahasa Arab di Aula Datuak Nagari Basa, Komplek UIN Imam Bonjol, Padang, Rabu (18/11), Fia yang akrab dipanggil mengaku sudah pulih kesehatannya.

Baca Juga

"Fia sudah sehat?," ketika dirinya ditanya media. "Alhamdulillaah," jawaban perempuan ini lirih yang terkesan malu-malu dari balik cadar panjangnya yang berwarna hitam, saat itu.

Sebenarnya, dia seharusnya sudah ikut lomba pada Senin (16/11) lalu, namun karena tidak enak badan akibat kelelahan dalam perjalanan, sehingga jadwal lombanya diundur pada Rabu itu.

"Selain kelelahan, ada juga kekhawatiran saya atas adanya larang bagi peserta bercadar untuk tampil, seperti yang terjadi di MTQ Nasional di Sumatera Utara belum lama ini," ujar Fia.

Namun, lanjutnya, untuk MTQ Nasional di Sumbar larangan bagi peserta bercadar untuk ikut lomba tidak ada.

"Alhamdulillaah ternyata boleh, kalaupun seandainya tidak boleh, ya tidak apa-apa," ujar Fia yang didampingi saudaranya Umar.

Pembina khafilah Provinsi Banten Cabang Tafsir, Dede Permana menyebutkan memang Fia pada hari Minggu kemarin itu kelelahan, tapi setelah diperiksa dokter, Fia hanya butuh istirahat saja.

Mengenai Fia yang bercadar ikut MTQ kali ini, Dede menyebutkan bercadar memang sudah prinsip Fia dan pihaknya sebagai official menghargai itu.

"Makanya, ketika kami dapat info dari ketua majelis bahwa semua peserta bercadar harus membuka cadarnya, kami melakukan konfirmasi ke ketua dewan hakim melalui surat resmi, dan Selasa (17/11) siang kami dapat jawaban dari koordinator dewan hakim bahwa yang bersangkutan boleh tampil dengan bercadar bahkan bila perlu diperiksa sebelum tampil," ungkap Dede.

Koordinator venue Datuak Basa, UIN Imam Bonjol Padang, Thomas Febria saat dihubungi mengatakan peserta bercadar dibolehkan tampil dengan syarat setelah melalui pemeriksaan oleh panitia perempuan.

"Memang betul ada peserta yang bercadar di cabang Tafsir Bahasa Arab, dan hal itu dibolehkan tapi harus diperiksa dulu oleh panitia. Kami memeriksa apakah ada penggunaan alat komunikasi atau tidak, itu saja," kata Thomas menjelaskan.

Dari informasi yang dihimpun, selain peserta cabang Tafsir Bahasa Arab, terdapat satu peserta bercadar lainnya asal Maluku Utara pada cabang Qiroaah yang dibolehkan untuk tampil.

Komentar