Mengenal Tari Pasambahan: Tradisi Unik Untuk Menyambut Tamu

30 hit
Mengenal Tari Pasambahan: Tradisi Unik Untuk Menyambut Tamu

Sherlyn Syafira

Mahasiswa Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tari adalah sebuah gerakan yang dihasilkan oleh tubuh, dan sesuai dengan irama serta musik dengan tujuan mengeskpresikan perasaan seseorang atau kelompok.

Menurut para ahli, seperti Soedarsono. Menurutnya tari adalah suatu bentuk ungkapan dari dalam jiwa manusian yang di ekspresikan dengan melalui gerakan-gerakan yang indah atau estetis.

Maksudnya yaitu manusia yang mengungkapkan rasa emosional dengan gerakan tubuh yang sesuai dengan irama dan nada yang sudah ditentukan sehingga orang yang melihatnya tertarik pada gerakan tersebut. Dalam tari terdapat unsur-unsurnya, seperti:

1. Wiraga

Wiraga adalah gerakan tubuh yang dinamis, ritmis dan estetis. Wiraga ini terdapat dua gerakan yaitu gerakan murni yang tidak memiliki maksud dan tujuan dan gerakan maknawi yang memiliki maksud dan tujuan.

2. Wirama

Wirama adalah gerakan yang sesuai dengan irama musik atau sesuai dengan ketukan dan temponya.

3. Wirasa

Wirasa yaitu pesan yang ada dalam gerakan tari tersebut. Pesan tersebut dapat dilihat oleh penonton dalam ekspresi dan gerakan penari.

Dalam masyarakat Minangkabau terdapat tari yang ditambilkan ketika ada penyambutan, tari tersebut adalah tari pasambahan.

Tari pasambahan adalah tari yang ditampilkan untuk menyambut tamu sebagai ucapan selamat datang dan sebagai kehormatan bagi tamu.

Tari pasambahan biasanya di bawakan secara perkelompok. Terdiri dari pesilat, penari dan carano. Gerakan tari pasambahan tersebut biasanya berasal dari gerak silat.

Penari yang membawa carano atau wadah yang berisi daun sirih, kemudian disusun dalam wadah tersebut yang akan ditujukan kepada tamu, dan tamu tersebut nantinya akan mengambil daun sirih tersebut dan memakannya.

Tujuannya yaitu agar mereka merasa dihormati dan di hargai. Tari pasambahan sekarang sudah di tampilkan di berbagai acara, seperti acara festival, acara baralek dan acaraa lainnya.

Gerakan dalam tari pasambahan biasanya halus, lembut, dan anggun. Gerakan pada tangan dan tubuh melambangkan keramahan dan penghormatan.

Kemudain langkah kaki dari tari pasambahan ini teratur dan ringan yaitu menciptakan keindahan visual, dan terdapat pesan kesopanan dan kesantunan yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.

Alat musik yang digunakan dalam tari pasambahan:

Alat musik adalah sebuah media yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tari pasambahan ini ada talempong, gandang, dan bansi.

1. Talempong

Talempong adalah alat musik yang berbentuk lingkaran atau gong kecil. Talempong terbuat dari logam kuningan.

Bentuk talempong ini bulat atau lingkaran dengan ukuran 15-7,5 cm yang bagian atasnya terdapat lingkaran yang menonjol perkiraan ukurannya yaitu 5 cm, sedangkan bagian dalamnya atau bawahnya berlubang.

Bagian yang menonjol inilah yang di pukul dengan sebuah tongkat kayu atau stik untuk menghasilkan.

Bentuk talempong ini hampir mirip dengan bonang dalam gamelan Jawa, yang membedakannya yaitu talempong memiliki bunyi yang lebih tajam dan ritmis.

Talempong juga memiliki tangga nada, yaitu di mulai dari do, re, mi, fa, sol, la, si. Talempong ini biasanya dimainkan untuk mengiringi pasambahan, tari piring, tari gelombang,dan tari payung. Talempong digunakan untuk musik menyambut tamu istimewa.

Alat musik talempong ini juga dimainkan dengan iringan instrumen seperti saluang, gandang, sarunai dan insrumen tradisional Minang lainnya.

Dalam mengiringi tarian biasanya terdapat tiga meja talempong, yaitu melodi, canang, dan akord. Melodi biasanya terdapat 16 talempong dalam dua oktaf nada diatonik yang bisa dimainkan dalam 1 kruis, naturel, dan 1 mol.

Kemudian canang yang terdiri atas delapan Talempong ukurannya besar dari pada talempong melodi, pengaturan nada Talempong ini sama dengan pengaturan nada diatonik pada piano.

Sedangkan akord juga terdiri dari delapan Talempong dan untuk ukurannya sama melodi.

Kemudian ada dua cara memainkan Talempong, yaitu talempong duduak yang diaminkan 5-9 Talempong dan diletakkan di penyangganya serta dimainkan sambil duduk dan bisa juga sambil berdiri.

Lalu Talempong pacik, yaitu talempong yang dimainkan dengan cara berdiri dengan memegang dua atau tiga talempong.

2. Gandang

Dalam mengiringi tari, gandang tidak dapat dipisahkan. Karena gandang ini menciptakan irama yang pas dan mengikuti ritme gerak tari.

Dalam memainkan gandang, pemain gandang harus bisa mengubah tempo dan melodi untuk menjaga keharmonisan antara tari dan musik. Dan gandang juga sebagai penanda pergantian gerakan atau perubahan suasana dalam tari.

Gandang ukuran diameternya perkiraan 40 cm, gandang terbuat dari kulit hewan dan sisi badan gandang tersebut terbuat dari kayu dan cara memainkannya yaitu dipukul pada salah satu sisi, seperti tangan kiri memukul bagian tengah gendang.

Sedangkan tangan bagian kanan memukul bagian tepi gandang. Cara memukul gandang tersebut tergantung pada jenis tarian dan musik yang akan diiringi.

3. Bansi

Bansi adalah alat musik yang cara memainkannya ditiup dengan jari-jari menutup lubang-lubang yang ada di badan bansi tersebut.

Bansi biasanya terbuat dari talang yang merupakan jenis bambu. Panjang bansi ini berkisaran 33,5-36 cm berdiameter 2,5-3 cm, dan memiliki 6 hingga 12 lubang.

Dengan demikian bentuk bansi mirip dengan saluang, tetapi kuran saluang lebih panjang dari pada bansi.

Lubang-lubang pada bansi ini selain berfungsi sebagai nada tetapi juga berfungsi sebagai lubang pemecah udara yang diatur dengan jari-jari tangan.

Bansi tidak hanya digunakan untuk mengiringi tari, tetapi juga digunakan untuk mengirigi randai dan upacara adat. Bansi juga digunakan untuk mengiringi musik modern, seperti musik rock, blues, dan jazz.

Jadi, tari adalah bentuk ekspresi manusia yang disampaikan lewat gerakan tubuh yang sesuai dengan irama dan musik.

Tari pasambahan berfungsi sebagai tari penyambutan pada tamu. dan tari pasambahan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebagai indentitas yang mencerminkan budaya dan nilai-nilai masyarakat Minangkabau. (*)

(Disclaimer: isi dalam tulisan diluar tanggung jawab penerbit)

Komentar