Gubernur Jelaskan Dampak Positif bagi UMKM Kegiatan Gebyar Gebu Minang Kota Padang

Ekonomi- 17-05-2026 14:52
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, ikui mencabut kupon untuk pemenang dalam kegiatan   Gebyar Gebu Minang Kota Padang, di halaman kantor gubernur, Minggu (17/5/2026). IST
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, ikui mencabut kupon untuk pemenang dalam kegiatan Gebyar Gebu Minang Kota Padang, di halaman kantor gubernur, Minggu (17/5/2026). IST

Padang, Arunala.com - Gebyar Gebu Minang Kota Padang yang dipusatkan di halaman kantor gubernur, dibuka resmi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan itu diikuti ribuan peserta dan dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik, mulai dari sepeda listrik hingga hadiah hiburan lainnya.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

"Ini kegiatan yang sangat positif. Sejalan dengan program provinsi yang memang mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga," katanya.

Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov Sumbar rutin menggelar kegiatan Car Free Day setiap Minggu pagi di Jalan Sudirman Kota Padang.

Tujuannya untuk memberi ruang bagi masyarakat berolahraga, bersosialisasi, dan melakukan aktivitas ekonomi produktif secara aman dan nyaman.

"Hari ini dari Gebu Minang saja diperkirakan sekitar 10 ribu peserta. Kalau digabung dengan masyarakat umum yang rutin hadir di CFD, saya kira jumlahnya tidak kurang dari 30 ribu orang. Jadi berapa besar dampak ekonominya," ujar Mahyeldi.

Ia menyebut, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan CFD turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang lokasi kegiatan.

"Dari jam 6 pagi sampai jam 10, masyarakat berbelanja. Ada yang langsung dikonsumsi, ada yang dibawa pulang. Satu outlet bisa menghasilkan Rp1 juta sampai Rp1,5 juta hanya dalam beberapa jam," ungkapnya.

Ia mengatakan sebagian besar pelaku usaha yang hadir merupakan generasi muda dan mahasiswa yang tengah belajar berwirausaha.

Karena itu, pemerintah provinsi terus mendukung kegiatan yang membuka ruang bagi anak muda untuk tumbuh dalam dunia usaha.

"Kita dukung dan fasilitasi karena ini menjadi ruang belajar bagi milenial untuk berbisnis dan berdagang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengapresiasi kontribusi besar para perantau Minang, khususnya Gebu Minang, yang selama ini konsisten melestarikan budaya Minangkabau dimanapun dirinya berada dan membantu masyarakat di kampung halaman, termasuk saat terjadi bencananext

Komentar