.
"Kami berterima kasih kepada Gebu Minang Pusat dan para perantau yang selalu hadir membantu kampung halaman. Ketika musibah terjadi, para perantau juga turun langsung membantu masyarakat," ucapnya.
Ia menambahkan, kecintaan para perantau terhadap budaya Minangkabau juga terlihat dari semakin banyaknya Rumah Gadang yang dibangun di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Thailand, hingga Jepang.
"Perantau Minang punya kebanggaan besar terhadap budayanya. Mereka menjaga budaya Minang di mana pun berada dan ini sesuatu yang luar biasa," ujar Mahyeldi.
Sementara itu Ketua Gebu Minang Kota Padang, Endrizal mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan kembali Gebu Minang setelah sempat vakum dari berbagai aktivitas besar beberapa tahun terakhir.
"Tahun 90-an sampai 2000-an Gebu Minang sangat menyala. Setelah kami dilantik akhir 2025, kami ingin menghidupkan kembali semangat itu dimulai dari Kota Padang," katanya.
Menurutnya, Gebu Minang ke depan akan fokus bergerak di bidang ekonomi dan kebudayaan. Karena itu, mayoritas peserta dan tenant yang hadir berasal dari kalangan UMKM.
"Sebanyak 99 persen peserta hari ini adalah UMKM Kota Padang dan sekitarnya. Ini memang ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gebu Minang Pusat juga menyerahkan bantuan pascabencana berupa 20 unit gerobak usaha.
Ada juga bantuan ternak ayam lengkap dengan kandang dan pakan bagi kelompok masyarakat terdampak di Lubuk Minturun dan Pasie Nan Tigo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus DPP Gebu Minang, DPW Gebu Minang Sumbar, unsur Forkopimda provinsi dan Kota Padang.
Direksi Bank Nagari selaku sponsor utama, serta pengurus Gebu Minang tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Padang.
Kegiatan juga diramaikan ratusan pelaku UMKM yang memadati kawasan Car Free Day. (*/dpg)


Komentar