Percepat Eliminasi TBC, 8.000 Rumah Pasien Direnovasi dan Distribusi X-ray Mobile ke Wilayah Risiko Tinggi

Metro- 12-05-2026 20:22
dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR berdiskusi dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Anshrullah, Selasa (12/5/20206). IST
dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR berdiskusi dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Anshrullah, Selasa (12/5/20206). IST

Padang, Arunala.com---Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR menegaskan percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penanganan penyakit menular tersebut dinilai tidak bisa lagi ditunda mengingat tingginya angka kematian, meskipun TBC sebenarnya dapat disembuhkan apabila ditemukan dan ditangani sejak dini dengan pengobatan yang tepat dan berkesinambungan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi TB Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung di Auditorium Gubernuran, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah di berbagai provinsi, dengan Sumatera Barat tercatat sebagai provinsi ke-24 yang menjadi lokasi koordinasi percepatan penanganan TB secara terpadu.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenkes RI menyoroti masih tingginya beban kematian akibat TB di Indonesia yang mencapai sekitar 126 ribu jiwa setiap tahun. "Angka tersebut seharusnya dapat ditekan secara signifikan karena TB merupakan penyakit yang bisa disembuhkan jika pasien segera mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai standar," sebutnya.

Dalam arahannya, Wamenkes RI menekankan upaya eliminasi TB tidak dapat hanya bertumpu pada sektor kesehatan semata. Diperlukan keterlibatan lintas sektor hingga tingkat pemerintahan paling bawah, termasuk dukungan dari perangkat desa, tenaga kesehatan lapangan, hingga unsur masyarakat. "Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci untuk menemukan kasus-kasus yang selama ini belum terdeteksi," tuturnya.

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan pemerintah adalah program renovasi sekitar 8.000 rumah bagi masyarakat, termasuk pasien TB yang membutuhkan lingkungan hunian yang lebih sehat. Program ini dirancang untuk mendukung proses penyembuhan dengan memperbaiki faktor lingkungan yang dapat memengaruhi penularan, seperti ventilasi, kelembapan, serta kepadatan hunian. "Pemerintah menilai kondisi rumah yang tidak sehat masih menjadi salah satu faktor yang memperpanjang rantai penularan TB di masyarakat," ungkap dr. Bennynext

Komentar