Gunung Dukono Erupsi, Lima Pendaki Luka-Luka, Tim SAR Verifikasi Laporan Korban Jiwa

Metro- 08-05-2026 13:30
Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Jumat (8/5/2026). IST
Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Jumat (8/5/2026). IST

Malut, Arunala.com - Erupsi Gunung Api Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka.

Saat ini tim gabungan masih melakukan proses pendataan dan evakuasi di kawasan gunung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers menyampaikan, tim gabungan dari BPBD dan Basarnas terus melakukan penyisiran terhadap para pendaki yang berada di area gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 07.41 WIT.

Gunung Dukono yang saat ini berada pada status Level II (Waspada) mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026.

Hasil pemantauan menunjukkan kolom abu vulkanik berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai suara dentuman lemah hingga kuat.

Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. Hingga kini BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Maluku Utara dan unsur terkait masih melakukan pendataan terhadap masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko tanggap darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pos Pantau Gunung Dukono, Basarnas, tenaga medis, TNI/Polri serta masyarakat setempat.

Sementara itu, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi.

BNPB juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Badan Geologi dan PVMBG telah rutin menyampaikan peringatan dini terkait peningkatan aktivitas Gunung Dukono.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pariwisata disebut telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian guna mengantisipasi risiko terhadap wisatawan dan masyarakatnext

Komentar