Padang, Arunala.com - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang mengimbau seluruh nelayan dan pengguna transportasi laut di perairan Sumbar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi hingga 8 Agustus 2026.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan berdasarkan peringatan dini BMKG Maritim yang memprediksi tinggi gelombang di perairan Sumatera Barat berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Menurut Abdul Malik, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil yang memiliki keterbatasan dalam menghadapi gelombang tinggi.
"Kami mengimbau para nelayan, terutama yang menggunakan kapal kecil atau kapal yang tidak memiliki kapasitas menghadapi gelombang tinggi, agar tidak memaksakan diri untuk melaut selama kondisi cuaca masih kurang bersahabat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," ujar Abdul Malik.
Selain itu, para nelayan juga diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG, memastikan kondisi kapal dalam keadaan laik laut, melengkapi alat keselamatan seperti jaket pelampung dan alat komunikasi, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami kondisi darurat di laut.
Imbauan ini merupakan langkah antisipatif untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut di tengah meningkatnya potensi cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Sumbar.
Kantor SAR Padang menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BMKG, instansi terkait, dan para pemangku kepentingan di sektor kemaritiman guna memantau perkembangan kondisi cuaca serta memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat di laut. (dpg)


Komentar