Fateta Unand Aplikasikan

Edukasi- 17-12-2020 13:09
Foto Insert : Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unand Dr Ir Feri Arlius Dt Sipado, M.Sc.
Foto Insert : Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unand Dr Ir Feri Arlius Dt Sipado, M.Sc.

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) membuat kerjasama dengan 30 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kerjasama yang dibangun ini merupakan tindaklanjut dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupa "Merdeka Belajar--Kampus Merdeka".

"Program "Merdeka Belajar-Kampus Merdeka" merupakan salah satu kebijakan dari Mendikbud Nadiem Makariem. Kerjasama yang dibuat 30 PTN dan PTS ini dinaungi Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT TPI)," ujar Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unand Dr Ir Feri Arlius Dt Sipado, M.Sc, di Padang, Kamis (17/12).

Feri menyebut kerjasama antar perguruan tinggi (PT) ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa pada program studi teknologi pertanian pada 30 perguruan tinggi yang jalin kerjasama ini. "Ditandatangani kesepahaman kerjasama ini, maka mulai semester depan mahasiswa Fateta Unand dapat mengambil mata kuliah pada 30 Perguruan Tinggi tersebut, dan sebaliknya mahasiswa dari 30 PT tersebut juga dapat mengambil mata kuliah di Fateta Unand," ujarnya.

Baca Juga

Dia juga mengatakan satu dari sekian program kebijakan Merdeka Belajar--Kampus Merdeka adalah hak belajar tiga semester di luar program studi. Program tersebut, lanjut Feri, merupakan amanah dari berbagai regulasi/landasan hukum pendidikan tinggi dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan lulusan pendidikan tinggi.

"Proses pembelajaran dalam program "Kampus Merdeka" merupakan salah satu ujud pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial," tukas Feri lagi. Pembelajaran di program ini, imbuhnya, memberikan tantangan dan kesempatan bagi mahasiswa untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa.

Selain itu, mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya. "Melalui program "Merdeka Belajar" yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, maka hard dan soft skills mahasiswa akan terbentuk dengan kuat," jelas Dekan ini.

Pada program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Feri mengharapkan dapat menjawab tantangan PT dalam menghasilkan lulusannya. "Para lulusan yang dilahirkan oleh 30 PTN dan PTS ini nantinya sesuai yang dibutuhkan perkembangan zaman saat ini, memiliki kemajuan Iptek, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat," kata Feri Arlius.

Komentar