Gempa Kuat Kembali Guncang Sulbar

Metro-370 hit 15-01-2021 08:15
Gedung pemerintahan di Sulbar yang hancur akibat gempa yang terjadi Jumat dini hari (foto bawah). Gedung pemerintahan di Sulbar yang sebelumnya masih berdiri (foto atas). (Dok : Istimewa)
Gedung pemerintahan di Sulbar yang hancur akibat gempa yang terjadi Jumat dini hari (foto bawah). Gedung pemerintahan di Sulbar yang sebelumnya masih berdiri (foto atas). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala - Gempa kuat dengan magnitudo 6,2 kembali dirasakan warga Majene di Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat dini hari (15/1). Gempa sebelumnya pernah terjadi pada Kamis (14/1) yang juga dirasakan kuat di beberapa kabupaten di provinsi itu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan pers yang didapat Arunala.com , Jumat pagi menyebutkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik.

"Informasi yang didapat gempa berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para warga panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah. Laporan yang diterima Pusat Pengendali Operasi BNPB pada dini hari tadi menyebutkan masyarakat masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan," sebut Raditya.

Baca Juga

Hal serupa, katanya, juga dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar. BPBD setempat menginformasikan gempa dirasakan warga cukup kuat sekitar 5 hingga 7 detik. Guncangan memicu kepanikan hingga warga keluar rumah.

Dia menerangkan, berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV - V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.

Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Sedangkan IV MMI, skala ini menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Berikutnya II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Terkait dengan gempa M6,2 ini, ujar Raditya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan parameter gempa terjadi pada pukul 01.28 WIB yang berpusat 6 km timur laut Majene. Pusat gempa memiliki kedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tidak memicu terjadinya tsunami.

"Hingga kini belum ada perkembangan informasi terkait dampak akibat gempa tersebut. BNPB masih memantau dan berkoordinasi dengan beberapa BPBD yang terdampak guncangan gempa," tukas Raditya Jati.

Komentar