Masjid Raya Sumbar Hadirkan Program Tahfidz Qur'an

Edukasi-183 hit 20-02-2021 15:33
Dua pengurus Masjid Raya Sumbar saat menjelaskan program Tahfidz Qur'an yang diadakan di masjid tersebut, Jumat (19/2). (Dok : Istimewa)
Dua pengurus Masjid Raya Sumbar saat menjelaskan program Tahfidz Qur'an yang diadakan di masjid tersebut, Jumat (19/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Setelah sukses dengan program Tahsin dan Subuh Mubarok-nya, Masjid Raya Sumatera Barat (MRSB) saat ini juga memiliki program Tahfidz Qur'an.

Program ini akan dikelola para guru-guru berkompeten di masjid itu. Bahkan ada guru penghafal Qur'an (Hafizd) 30 juz yang sudah pernah mengikuti perlombaan Tilawah internasional.

"In Syaa Allah, dalam rangka membantu pemerintah menyiapkan generasi penerus yang berbudi pekerti dan berkarakter, kami siapkan program ini dengan menghadirkan tenaga pengajar yang terbaik. Mudah-mudahan akan menghasilkan pula yang baik-baik," ujar Ketua Bidang Keimaman MRSB, Rafles di Padang, Jumat lalu (19/2).

Baca Juga

Di samping itu, menurut Rafles, program ini juga untuk membantu siswa untuk bisa masuk ke sekolah atau perguruan tinggi favorit melalui jalur Tahfidz, tanpa tes akademis.

"Jadi pesertanya bisa siswa SLTP, SLTA, bahkan umum. Tapi prioritas kami yakni para siswa sehingga nanti berharap bisa membantu mereka diterima di sekolah maupun universitas favorit tanpa tes lagi, hanya tes hafalannya saja," tambah Rafles lagi.

Dia menambahkan, untuk tahap awal program ini, akan dibatasi pesertanya sebanyak 10 orang dalam satu grup yang nantinya akan dibina oleh seorang guru. Target hafalannya 5 Juz.

Sedangkann Bendahara MRSB, Yuzardi Maad, mengatakan akan ada pertemuan tatap muka di awal untuk menguji bacaan.

"Jika bacaan peserta sudah baik, akan diberikan teknik menghafal Qur'an oleh guru dan selanjutnya siswa atau peserta melanjutkan hafalannya di rumah masing-masing," jelasnya.

Menyinggung biaya untuk program Tahfidz, Yuzardi menyebut hanya dikenakan Rp100 ribu per bulan per peserta. Inisebagai pengikat komitmen belajar saja. Kadang jika digratiskan, komitmennya kurang.

"Tapi bagi peserta yang kurang mampu, akan difasilitasi melalui bantuan dari Baznas," jelas Yuzardi.

Bagi siswa, maupun masyarakat umum yang ingin ikut dalam program ini, kata Yuzardi, bisa langsung datang ke MRSB untuk mendaftar kepada pengurus. (*)

Komentar