Menutup Bandara Bukan Kewenangan BIM

Ekonomi-286 hit 22-03-2020 21:13
Suasana Bandara BIM. (Foto : Istimewa)
Suasana Bandara BIM. (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padangpariaman, Arunala - Adanya pemberitaan menyangkut saran Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharulah pada salah media online, pada Sabtu (21/3) kemarin agar bandara ditutup sementara penerbangannya ke daerah Kota Padang, terkait wabah Covid-19, disikapi cepat PT Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Selalu operator bandara, PT AP II BIM hanya menjalankan fungsi pelayanan operasional Bandara dari sisi pelayanan terminal bandara, baik sisi darat maupun sisi udara.

"Kami dalam mengoperasikan BIM atas dasar ijin dari Kementrian Perhubungan, jadi tidak bisa kami yang memutuskan atau mewacanakan penutupan operasional sebuah bandara," kata EGM PT AP II Cabang BIM Yos Suwagiyono dalam rilisnya diterima Arunala.com , Minggu malam (22/3).

Baca Juga

Terkait wacana penutupan bandara, Yos menyebutkan PT AP II BIM selaku operator menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah. Karena kewenangan untuk hal tersebut berada di Kementrian Perhubungan.

"Dari Kantor Pusat sendiri sampai saat ini, terus menekankan pada semua kantor cabang agar terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Tentunya tidak hanya terkait masalah virus ini saja, juga standar keamanan penerbangan tetap harus terjaga," terang Yos.

Seperti diketahui, sebut Yos, situasi yang berkembang saat ini, banyak penerbangan yang membatalkan schedule penerbangannya dikarenakan memang jumlah penumpang yang juga turun. Malahan sebagian maskapai melakukan 2 flight dijadikan 1 flight dengan ukuran pesawat yang lebih besar.

BIM sendiri, lanjut dia, secara operasional telah melaksanakan protokol keamanan untuk menghambat penyebaran virus Covid-19.

"Memang untuk memantau ribuan penumpang tidak mudah, namun minimal BIM sudah mencoba meminimalisir ruang gerak penyebaran virus dengan bekerjasama dengan KKP Bandara serta stake holder lainnya," sebut Yos Suwagiyono lagi.

Pada prinsipnya Yos Suwagiyono mengatakan, selagi belum ada perintah atau arahan dari Kantor Pusat atau Kementrian Perhubungan, BIM akan terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jada Bandara. "Tanpa terkecuali," pungkas Yos Suwagiyono.

Komentar