Lantamal II Padang Akan Dirikan KBN di Mandeh

Metro-59 hit 09-04-2021 08:47
Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Hargianto saat bersama Bupati Pessel Rusma Yul Anwar, Kamis (8/4). (Dok : Istimewa)
Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Hargianto saat bersama Bupati Pessel Rusma Yul Anwar, Kamis (8/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Snm

Painan, Arunala - Potensi kelautan yang ada di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menarik keinginan Komandan Pangkalan Utama (Danlantamal) TNI AL/II Padang, Laksamana Pertama TNI Hargianto.

Bahkan, pihak Lantamal II siap bekerjasama dengan Pemkab Pesisir Selatan (Pessel), dalam pengembangan potensi budidaya ikan Kerapu di kawasan obyek wisata bahari Mandeh.

Hal itu diungkapkan Danlantamal ini saat bertemu Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar di rumah dinas bupati, Painan, Kamis (8/4). Kedatangan rombongan Danlantamal II Padang ke Painan juga disambut Wabup Pessel Rudi Hariyansyah, Dandim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakti, Wakapolres Pessel Kompol Taufiq Isra, dan sejumlah kepala OPD pemkab tersebut.

"Potensi kawasan bahari Mandeh cukup strategis dalam pengembangan budidaya ikan Kerapu. Bersama Pemkab Pessel, pihak Lantamal II Padang siap bekerjasama untuk pengembangan sektor perikanan ini," kata Laksamana Pertama TNI Hargianto kepada media di sela-sela kunjungannya itu.

Tidak cuma itu, pihak Lantamal juga membuat Kampung Bahari Nusantara (KBN) di kawasan Mandeh yang tujuannya untuk membantu ekonomi UMKM dan masyarakat, seperti pendampingan pelatihan teknis penyelaman yang bersertifikat

"Kami bersama Pemkab Pessel akan gairahkan kembali potensi budidaya ikan Kerapu, mitigasi pengawasan pantai, serta pengembangan tanaman mangrove yang selama ini tidak produktif di kawasan Mandeh," kata Hargianto.

Kemudian, menyangkut pelatihan penyelaman yang akan diberikan pihak Lantamal, Hargianto berharap ke depannya pelaku UMKM bisa mandiri, membuka lapangan pekerjaan, juga roda ekonomi masyarakat di kawasan Mandeh bisa berjalan untuk kesejahteraan masyarakat di Pessel.

Dengan ada kerjasama ini, Hargianto mengaku siap melakukan pengawasan, juga penegakan hukum bagi oknum masyarakat ataupun orang tidak bertanggung jawab yang beraktifitas melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang dilarang UU, bersama dinas di Pemkab Pessel.

"Jika kami temukan hal seperti itu di lapangan, akan kami tindak tegas sesuai aturan berlaku," pungkas Hargianto.

Komentar