Penyidik Polda Sumbar Panggil Saksi Kunci Dana Covid

Metro-341 hit 11-04-2021 19:59
Ilustrasi Hand sanitizer. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi Hand sanitizer. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar memeriksa sebanyak 11 orang saksi terkait kasus dugaan mark-up pembelian hand sanitizer (HS) penanganan Covid-19 dalam APBD Sumbar 2020.

Para saksi yang diperiksa itu berasal dari berbagai pihak, mulai dinas, anggota DPRD Sumbar dan juga para vendor.

"Memang benar, kami dari Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar memeriksa belasan orang saksi," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Joko Sadono di Padang, Jumat (9/4) lalu.

Saksi-saksi yang sebelumnya telah diperiksa diantaranya Kepala BPBD Sumbar, Erman, anggota DPRD Sumbar Nofrizon, Kabid Rehabilitasi BPBD Sumbar Suryadi, serta Bendahara BPBD Sumbar.

Selain itu penyidik juga bakal memanggil dan memeriksa dua orang saksi kunci dalam kasus tersebut.

"Setelah dua saksi ini kami ambil keterangan, maka akan kami lakukan gelar perkara menentukan apa ada tindak pidana dalam kasus ini atau tidak, saat ini belum ada ditetapkan tersangka," tukas Joko Sadono.

Dia menyebut, kasus ini merupakan kasus dugaan korupsi sehingga dalam pengungkapan lebih berhati-hati dan sesuai dengan regulasi yang ada. Kasus ini juga mendapat perhatian serius Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto.

"Kami akan proses secepatnya dalam mengungkapkan persoalan ini," kata dia.

Sebelumnya, dari berbagai pemberitaan yang muncul, kasus dugaan mark-up pengadaan hand sanitizer ini jadi temuan BPK RI. Kemudian, ditindaklanjuti oleh Pansus DPRD Sumbar.

Hasil audit BPK ditemukan indikasi penggelembungan harga pengadaan hand sanitizer senilai Rp4,9 miliar yang harus dikembalikan ke Kas negara hingga akhir Februari 2021.

Ada dua jenis ukuran hand sanitizer yang diadakan yaitu ukuran 100 mililiter dan 500 mililiter.

Dalam pengadaan itu, disebutkan BPBD Sumbar membuat kontrak pengadaan hand sanitizer 100 mililiter dengan tiga penyedia yaitu CV CBB, CV BTL dan PT MPM.

Komentar