Rencana Penyelanggaraan Pesta Tabuik 2021 Dibahas

Metro-42 hit 08-12-2020 20:58
Suasana FGD yang membahas penyelenggaran pesta budaya Tabuik 2021 di masa pandemi Covid-19, di Hotel Safari Inn, Desa Taluak Kota Pariaman Selasa (8/12). (Dok : Istimewa)
Suasana FGD yang membahas penyelenggaran pesta budaya Tabuik 2021 di masa pandemi Covid-19, di Hotel Safari Inn, Desa Taluak Kota Pariaman Selasa (8/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman mengadakan kegiatan "Focus Group Discussion (FGD) Tim Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tabuik Pasca Pandemi Covid-19. Kegiatan itu diadakan di ruang pertemuan Hotel Safari Inn, Desa Taluak Kota Pariaman Selasa (8/12).

Dalam FGD tersebut Disparbud Kota Pariaman, Tuo Tabuik Subarang, Tuo Tabuik Pasa, niniak mamak, tokoh masyarakat, LKAAM dan Dinas Kesehatan kota setempat saling diskusi menyampaikan pendapat mereka masing-masing terkait penyelenggaraan pesta Tabuik baik dari segi kesehatan dimasa pandemi, segi adat, budaya, dan agama, dari segi pariwisatanya.

Sekretaris LKAAM Kota Pariaman, Priyaldi menyebutkan, untuk pesta budaya Tabuik 2021 belum pasti untuk diadakan karena melihat situasi dan kondisi terlebih dulu, dan juga izin resmi dari Satgas Covid-19.

"Jika secara resmi pemerintah kota telah menyatakan Indonesia bebas Covid-19, maka pesta budaya Tabuik bakal bisa dilaksanakan tahun 2021. Sebaliknya, apabila pandemi belum berakhir walaupun Kota Pariaman dinyatakan bebas Covid-19, tetap pesta budaya Tabuik tidak bisa karena takut nantinya kota ini akan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19," kata Priyaldi.

Priyaldi menambahkan, generasi muda yang hadir di acara pesta Tabuik juga akan menolak. Mereka dikhawatirkan nantinya akan menambah penyebar luasan Covid-19 di Kota Pariaman.

Sementara Tuo Tabuik Pasa, Tuo Tabuik Subarang, niniak mamak, tokoh masyarakat Kota Pariaman, dan Bundo Kanduang sepenuhnya menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah kota.

"Kalau memang tidak memungkinkan pesta budaya tabuik tersebut diadakan jika hanya menambah masalah saja dimasa pandemi ini," kata mereka. (*)

Komentar