Antisipasi Peningkatan Kasus, Pariaman Perketar Prokes

Metro-59 hit 03-05-2021 16:10
Wali Kota Genius Umar bersama jajarannya saat ikuti rapat dengan Mendagri melalui vidcom di Pariaman, Senin (3/5). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Genius Umar bersama jajarannya saat ikuti rapat dengan Mendagri melalui vidcom di Pariaman, Senin (3/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Jelang Idul Fitri 1442 H/2021 M, Pemko Pariaman mulai lakukan pengekatan pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) di kota itu. Kebijakan yang dijalankan pemko itu berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat rapat koordinasi penegakan disiplin prokes dan penegakan Covid-19 di semua daerah, Senin (3/5).

"Semua kepala daerah sampai tingkat desa harus memperketat prokes Covid-19. Ini dilakukan karena melihat kondisi kasus aktif Covid sampai 1 Mei 2021 lebih tinggi dari pada penurunan. Untuk Sumbar total kasus terkonfirmasi mencapat 37.380 kasus. Sedangkan kasus aktif 2.426, total sembuh 34.145 kasus," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar seusai rapat dengan Mendagri via vidcom.

Dengan melihat kondisi seperti ini, lanjut Genius, daerah yang mengalami kenaikan harus lebih memperketat penerapan prokes Covid-19.

Baca Juga

Genius melanjutkan, saat ini ada 10 provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19, posisi Sumbar masuk di dalamnya.

"Untuk menekan angka kenaikan, setiap daerah harus mempunyai strategi khusus, tidak terkecuali Kota Pariaman," tukas Genius

Dia menerangkan, adapun kabupaten kota di provinsi dengan keniakkan kasus aktif signifikan adalah Riau, Kalimantan Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Lampung, NTB, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Barat (Agam dan Kota Padang).

Ia berharap semua kepala daerah bertindak cepat agar perkembangan Covid-19 bisa dihambat. Jangan lelah, lengah dan selalu konsisten. Kepala daerah harus satu komando dengan TNI, Polri, tokoh masyarakat, pemuka agama serta masyarakat untuk 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (Tracing, Testing, Treatment), Vaksin, disiplin, kompak.

Menyikapi perkembangan kasus Covid itu, Genius mengaku akan melakukan upaya untuk menghambat penyebaran Covid itu di kotanya. Meski di kota itu ada sebanyak 668 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 1 Mei kemarin.

"Saat ini Pemko Pariaman kembali memperketat penerapan prokes. Ini dibuktikan dengan telah dilakukannya sosialisasi dengan membagikan masker oleh Tim Satgas Covid-19 Pariaman kepada masyarakat dan dilanjutkan dengan penindakan secara tegas bagi pelanggar prokes," kata Genius. (*)

Komentar