.
“Banyak pekerja kita yang bekerja di Jepang, karena setiap pekerja ditanggung pemerintah setempat sebesar Rp50 juta per orang,” ulasnya.
Kepala BP3MI Sumbar Bayu Aryadhi menyebut, sebanyak 180 lulusan keperawatan yang hadir dapat menjadi pekerja migran di Jepang dan Jerman. “Kita berharap semua peserta sosialisasi mendaftarkan dirinya dan bekerja di Luar Negeri,” harapnya.
Lulusan yang tertarik bekerja di Jepang dan Jerman, dapat mencari informasi akurat lewat website BP2MI di https://bp2mi.go.id/gtog-jepang/pengumuman.
Sementara, untuk pendaftaran dilakukan secara online melalui website BP2MI dengan alamat https://siskop2mi.bp2mi.go.id.(*)


Komentar