Batas Pariaman dan Padangpariaman Dipertegas

Metro-50 hit 02-03-2021 17:22
Wako Genius Umar dan Bupati Suhatri Bur menandatangani kesepakan tapal batas wilayah masing-masing di Jakarta, Selasa sore (2/3). (Dok : Istimewa)
Wako Genius Umar dan Bupati Suhatri Bur menandatangani kesepakan tapal batas wilayah masing-masing di Jakarta, Selasa sore (2/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala -- Wali Kota Pariaman, Genius Umar dan Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur teken kerjasama penegasan batas daerah antara kota dan kabupaten yang selama ini masih dalam perdebatan.

"Alhamdulillah, hari ini saya bersama Bupati Padangpariaman terpilih telah menandatangani kesepakatam penegasan batas wilayah antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman," ujar Genius Umar usai menandatangani berkas acara kesepakatan ini, bertempat di Hotel Best Western Plus Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa sore (2/3).

Penegasan batas daerah dua daerah bertetangga ini terwujud atas fasilitasi Ditjen (Direktur Jenderal) Bina Adwil (Administrasi Kewilayahan) Kemendagri yang dihadiri Direktur Toponimi dan Batas Wilayah, Sugiarto. Penandatanganan ini juga diikuti h Asisten I Setko Pariaman, Yaminurizal, yang datang bersama Wako Pariaman.

Sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2002, tentang pembentukan Kota Pariaman di Sumbar, dimana Kota Pariaman mempunyai batas-batas wilayah dengan Kabupaten Padangpariaman untuk di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan V Koto Kampung, disebelah timur berbatasan dengan Kecamatan VII Koto, Sungai Sarik, disebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Nan Sabaris, dan sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

"Dari 22 titik pilar batas utama (PBU) yang ada dengan Kabupaten Padangpariaman, dimana untuk titik PBU 01 yang berada di Padang birik-birik, dan titik PBU 22 yang berada di Desa Sunur, selama ini memang tidak kita sepakati, karena kita berpedoman dengan UU RI Nomor 12 tahun 2002 tersebut," jelasnya.

"Hari ini, setelah difasilitasi langsung oleh Kemendagri, dalam hal ini Direktur Potonimi dan Batas Wilayah, Dijen Bina Adwil Kemendagri RI, telah disepakati Penegasan Batas daerah tersebut, antara Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman," tukasnya.

Genius Umar berharap, dengan adanya penandatanganan penegasan batas daerah ini, maka hasil kesepakatan ini bersifat final, yang langsung difasilitasi oleh Kemendagri.

"Kedepan, agar PBU yang sudah disepakati ini, nantinya dapat diterima secara bersama, sehingga kita dapat fokus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman, dapat meningkat hendaknya," tutupnya. (*)

Komentar